Program Padat Karya Tunai Desa Jangan Salah Sasaran

JAUHAR EFENDI

 

BALIKPAPAN - Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pelaksanaan program padat karya tunai desa. Program ini diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi desa. Melalui program ini diharapkan aparatur desa tidak salah sasaran dalam pemanfaatannya.

 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim M Jauhar Efendi mengatakan, sebenarnya program ini bagus. Tapi, jangan sampai terganggu dengan program yang direncanakan. Mengingat di desa sudah membudaya semangat gotong royong dalam melaksanakan pembangunan. "Program padat karya tunai desa dimaksud adalah mengajak masyarakat membangun dengan iming-iming upah 30 persen di anggaran bidang pembangunan desa yang bersumber dari dana desa. Kita harapkan, melalui program ini, budaya gotong royong masyarakat dilaksanakan atas keinginan dan kesadaran masyarakat membangun desa tidak luntur, sehingga jangan salah sasaran," kata Jauhar Efendi pada Rakor Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyatakat Desa (P3MD) Kaltim, Balikpapan, Kamis (15/2). 

 

Jauhar berharap agar jangan sampai dengan iming-iming upah melunturkan semangat gotong royong yang selama ini dilakukan masyarakat. Bahkan, pemanfaatan program ini, dapat membantu masyarakat dalam menyukseskan berbagai program di desa, contohnya pembangunan irigasi dan jalan produksi sawah. Meski demikian, program ini juga sudah menjadi pembahasan di tingkat nasional. "Sebagai contoh salah satu desa di Kabupaten Musi Banyu Asin, Sumatera Selatan yang sudah melaksanakan program padat karya tunai desa. Mereka menerima 30 persen upah, tapi tidak diambil dikumpulkan untuk pemanfaatan kegiatan desa. Ini kami sampaikan agar semangat gotong royong masyarakat tidak memudar di Kaltim," jelasnya. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait