Program Padat Karya untuk Tingkakan Pendapatan Masyarakat

Disnakertrans Kaltim Bantu Sektor Informal

SAMARINDA - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim terus mengupayakan penyerapan tenaga kerja untuk sektor informal, melalui program padat karya, dengan memberikan bantuan pada kelompok tani di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, Bontang dan Kutai Timur serta Kutai Barat sebagai upaya peningkatan pendapatan dan pembukaan lapangan kerja baru.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, H Ichwansyah  melalui Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja,H.S. Abdullah mengatakan kegiatan padat karya ini sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat melalui usaha yang disepakati bersama.
"PPU, Balikpapan, Kutai Kartanegara dan Kutai Barat, para  petani memilih budidaya singkong gajah sedangkan Kota Bontang memilih budidaya rumput laut. Bantuan tidak saja berupa budidaya dan produksi tetapi hingga pemasaran," ujarnya.
Dijelaskan walau baru memprogramkan pada lima kabupaten/kota, tetapi secara bertahap program ini akan mencakup seluruh kabupaten/kota di Kaltim. Sedangkan jumlah serapan tenaga kerjanya masing-masing sebanyak 75 orang tenaga kerja atau 1.175 orang per tahun.
Petani dan nelayan yang tidak memiliki jam kerja panjang dilibatkan mulai dari proses penyiapan lahan, budidaya hingga pasca panen. Kerja tersebut  diupah oleh pemerintah dan hasil usaha akan menjadi milik kelompok tani.
Disnakertrans Kaltim bekerjasama dengan kabupaten/kota memberikan bantuan demonstrasi plot (demplot) seluas satu hektar, bantuan bibit, peralatan dan bantuan pupuk. Setelah panen, diharapkan petani dapat membentuk koperasi untuk pemasaran dan olahan produknya.
"Program ini adalah untuk memotivasi masyarakat dengan jam kerja tidak panjang. Sedangkan jenis usaha yang dibantu sesuai dengan keinginan kelompok tani. Diharapkan setelah program ini diberikan akan dapat menjadi peluang usaha dan peluang kerja baru," ucapnya.(yul/hmsprov).

 


 

Berita Terkait
Government Public Relation