Program Transmigrasi Dukung Pembangunan Sektor Pertanian

Pemprov Terus Berupaya Buka Peluang Kesempatan Kerja

SAMARINDA – Pemprov terus berupaya meminimalkan bahkan menghapus angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kaltim. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan peluang kesempatan kerja khususnya di sektor pertanian dalam arti luas (pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan).
Sedangkan untuk peningkatan kualitas tenaga kerja dan kesempatan berusaha telah dibangun Balai Latihan Kerja (BLK) di Bontang, Kutai Barat dan Berau serta Revitalisasi BLKI Balikpapan dan Nunukan.
Selain itu, pada 2012 telah dioperasikan Bursa Kerja On Line (BKOL) untuk memfasilitasi kepentingan antara pencari kerja dengan perusahaan pengguna tenaga kerja secara elektronik melalui website www.infokerja-kaltim.com serta pelaksanaan pelatihan keterampilan kerja di BLKI/PPD/LPKS.
“Pembangunan di bidang ketenagakerjaan menjadi salah satu prioritas disamping pengentasan kemiskinan, karena ini memang terkait dengan kesejahteraan masyarakat. Kita akan terus membuka peluang kesempatan kerja terutama di sektor pertanian dalam arti luas yang akan menjadi lokomotif perekonomian Kaltim ke depan,” ujar Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak di Samarinda akhir pekan lalu.
Pemprov juga terus mengembangkan program transmigrasi. Selama empat tahun (2009-2012) telah ditempatkan warga transmigrasi sebanyak 1.278 KK (Kepala Keluarga) atau 4.816 jiwa yang tersebar di Bulungan, Nunukan, Kutai Timur dan Tana Tidung. Pada 2013 telah direalisasikan penempatan sebanyak 150 KK/388 Jiwa di lokasi SP5 Tanjung Buka dan SP5 Simanggaris.
Program transmigrasi juga dilakukan guna mendukung pengembangan food and rice estate di sejumlah kabupaten di Kaltim. Salah satunya adalah di kawasan Delta Kayan Tanjung Buka-Bulungan, dimana pada periode 2009-2013 telah ditempatkan sebanyak 850 KK atau 2.381 Jiwa.
“Program transmigrasi juga memberikan konstribusi dalam pemekaran wilayah pada tingkat kecamatan dan kabupaten di Kaltim,” jelas Awang Faroek.
Keberhasilan penyelenggaraan program transmigrasi di Kaltim mendapatkan apresiasi dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan mendapatkan Penghargaan Makarti Nayotama pada Transmigration Award 2012. Hal itu didasarkan atas kesungguhann Pemprov Kaltim dalam melaksanakan pembangunan transmigrasi dan salah satu warga transmigrasi Kaltim meraih Juara Nasional Tingkat Pertama pada 2012.
Selain itu, pada periode 2009-2013 telah dilakukan upaya perlindungan terhadap 1,71 juta tenaga kerja melalui pembinaan hubungan industrial serta pembinaan pengawasan ketenagakerjaan. Melalui kegiatan pembinaan hubungan industrial telah dibentuk Lembaga Kerjasama Tripartit dan Dewan Pengupahan. Demikian halnya di tingkat kabupaten/kota hingga 2013 telah terbentuk 14 LKS Tripartit dan 14 Dewan Pengupahan se Kaltim.
“Dengan kondusifnya hubungan industrial maka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja frekuensinya semakin tahun semakin menurun. Hal ini dibuktikan dengan Zero Accident pada 2009-2013 Kaltim berada pada posisi I, II dan III secara nasional,” pungkasnya. (her/hmsprov)

///Foto : Pembangunan pertanian dalam arti luas di Kaltim akan menciptakan lapangan kerja baru. (dok/humasprov kaltim)
 

Berita Terkait
Government Public Relation