Program Transmigrasi Dukung Peningkatan Kontribusi Sektor Pertanian

Program Transmigrasi Dukung Peningkatan Kontribusi Sektor Pertanian

 

 SAMARINDA – Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2013-2018 telah ditetapkan sasaran untuk meningkatkan kontribusi sektor pertanian dalam arti luas yang menjadi unggulan daerah, serta tercapainya swasembada pangan di seluruh wilayah Kaltim.

Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal HP mengatakan untuk mencapai keberhasilan kedua sasaran tersebut, sangat diharapkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dari berbagai sektor. Tidak hanya sektor pertanian dalam arti luas, tetapi juga infastruktur, perdagangan, koperasi dan lainnya.

“Terkait dengan pengembangan wilayah terutama bidang ketransmigrasian agar dapat memberikan perhatian terhadap kawasan-kawasan transmigrasi yang pengembangannya belum maksimal baik kawasan-kawasan transmigrasi yang sudah maupun yang belum diserahkan kepada pemerintah daerah,” kata Mukmin, beberapa waktu lalu di Samarinda.

Sektor transmigrasi, ujar dia berperan penting dan strategis dalam peningkatan kontribusi sektor pertanian dan mewujudkan swasembada pangan di Kaltim. Karena, transmigrasi merupakan program pemerintah pusat yang pada umumnya menempatkan transmigran pada daerah-daerah yang memiliki lahan pertanian potensial.

Instansi terkait bersama seluruh pemangku kepentingan harus cepat dan tanggap dalam memfasilitasi masyarakat transmigrasi di Kaltim untuk ikut mengembangkan potensi pertanian di daerah ini. Hal itu juga selaras dengan Tujuan program transmigrasi yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendukung pembangunan daerah dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

“Bagi pemangku kepentingan terutama SKPD terkait diharapkan menyusun rencana-rencana aksi dan melalui program-program pengembangan dan pembinaan kawasan transmigrasi yang dapat dilakukan dengan peningkatan kerjasama antar wilayah, antar pelaku, dan antar sektor,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak berkomitmen tinggi untuk terus menjalankan program transmigrasi. Ditegaskan, Kaltim dengan wilayahnya yang cukup luas masih sangat terbuka untuk program transmigrasi. Tetapi para calon transmigran yang didatangkan harus memiliki keahlian bertani dan semangat kerja yang baik.

Saat ini Kaltim sudah bekerjasama dengan sejumlah daerah untuk program transmigrasi yakni Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kerjasama meliputi program kerjasama antar daerah baik perkebunan maupun pertanian.

“Para transmigran yang datang ke Kaltim yang jelas harus memiliki keahlian cara-cara bertani untuk menyukseskan program ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan di Kaltim. Jangan sampai setibanya di lokasi, kehadiran mereka justru menjadi beban pemerintah karena mereka tidak bisa bertani,” ucapnya.

Karena itu, Mukmin berharap pengelolaan transmigrasi di Kaltim dapat dikemas lebih baik dengan konsep yang lebih terpadu dan lebih terintegrasi. Meliputi keterkaitan potensi pengembangan kawasan, kompetensi para transmigran, dukungan infrastruktur, kerjasama Pemprov dan kabupaten yang akan menjadi lokasi transmigrasi, koordinasi dengan provinsi dan kabupaten/kota asal transmigran, termasuk pelibatan warga lokal di sekitar kawasan transmigrasi.

“Kaltim masih sangat  terbuka bagi para transmigran, karena lahan yang masih luas dan sangat potensial untuk lahan pertanian. Kehadiran para transmigran diharapkan mampu memberikan kemajuan bagi Kaltim,” harapnya. (her/sul/es/hmsprov)

////FOTO : Pengembangan pertanian padi sawah sangat diharapkan dapat dilakukan oleh para transmigran yang datang ke Kaltim dengan kemampuan bertani yang baik.(dok/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation