Promosikan Potensi Daerah

Perlu Lebih Banyak Kerjasama Luar Negeri

 

SAMARINDA-Dalam upaya mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan memperluas promosi berbagai potensi daerah, Pemprov Kaltim sangat berharap sinergi program Daerah dengan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Luar Negeri dalam berbagai bentuk kerjasama luar negeri.

Potensi besar Kaltim baik dari ketersediaan sumber daya alam (SDA) terbarukan (renewable resources) dan sumber daya alam tak terbarukan (unrenewable resources) diyakini akan lebih maksimal dimanfaatkan dengan kerjasama luar negeri yang baik.

Demikian disampaikan Asisten Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim, H Bere Ali saat mewakili Gubernur Kaltim pada Forum Bakohumas bertema “Peran Pemerintah Daerah dalam Mendukung Trisakti dan Nawacita terkait Kerjasama Luar Negeri” di  Balikpapan, Kamis (4/5).

Bere menjelaskan, Kaltim memiliki potensi SDA yang sangat besar, meliputi tambang batubara dan migas. Tapi potensi besar ini tidak memungkinkan untuk menjadi tumpuan masa depan daerah ini. Karena itu, dengan visi Gubernur Awang Faroek Ishak terus dilakukan terobosan agar daerah ini tidak terus bergantung pada kekayaan sumber daya alam tak terbarukan tersebut.

“Kami sangat sadar bahwa yang bisa membangun daerah ini ke depan untuk menjadi lebih baik adalah sumber daya alam terbarukan dengan dukungan kualitas sumber daya manusia yang baik. Dalam proses ini pula maka kami sangat berharap dukungan Kementerian Luar Negeri melalui fasilitasi berbagai kerjasama luar negeri,”  kata Bere Ali.

Ditambahkan Bere Ali, kemajuan suatu daerah akan sangat ditentukan oleh faktor kesiapan sumber daya manusianya. Kekayaan sumber daya alam bisa saja menjadi faktor pendukung, tetapi penentu sukses kemajuan suatu daerah selanjutnya tetap akan tergantung pada kualitas sumber daya manusianya. 

Bere mengungkapkan, dari berbagai analisis yang telah dilakukan, dukungan sumber daya alam terhadap kemajuan suatu daerah itu hanya sekitar 10 persen. Selebihnya disumbangkan oleh kekuatan sumber daya manusia yang penuh dengan inovasi dan kreatifitas, penguasaan teknologi dan networking yang luas.

“Tiga hal ini yang saat ini terus dipacu Kaltim. Termasuk harapan kami terhadap dukungan Kementerian Luar Negeri untuk membangun networking yang lebih luas ke luar negeri melalui kerjasama dan pergerakan investasi ke Kaltim,” imbuh Bere.

Kebijakan luar negeri yang baik akan membuka  peluang bagi daerah untuk mendapat kesempatan dipromosikan ke negara-negara tujuan potensial. Dan Kementerian Luar Negeri pun mulai melirik potensi besar Kaltim baik yang bersumber dari SDA tidak terbarukan, maupun potensi SDA  terbarukan diantaranya hasil-hasil perkebunan dan pertanian, serta perikanan dan kelautan.

Sementara itu, Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Esti Andayani mengatakan, sesuai  Nawacita Jokowi-JK, maka saat ini semua diplomat luar negeri dituntut harus menjadi marketer (pemasar) yang baik, termasuk untuk membantu memromosikan berbagai potensi daerah. Kaltim pun mendapat kesempatan pertama untuk dipromosikan.

“Potensi Kaltim ini sangat besar. Kami pun dituntut menjadi marketer yang baik. Untuk itulah, maka kami harus tahu potensi terbaik yang bisa kami bantu promosikan di luar negeri. Sebab itulah, koordinasi dan sinergitas antara pusat dan daerah ini menjadi sangat penting. Kami juga harus turun ke lapangan agar benar-benar mengetahui potensi-potensi daerah,” kata Esti Andayani.

Selain itu, dia pun berharap agar semua pejabat humas di daerah memiliki kemampuan memahami potensi daerah  untuk selanjutnya membantu memromosikannya dengan cara dan strategi yang tepat.

Kementerian Luar Negeri selanjutnya akan membantu pemerintah daerah untuk mengetahui lebih banyak negara mana saja   yang bisa diarahkan menjadi target ekspor produk Kaltim.

“Selama ini kita hanya melihat pasar di Amerika dan Eropa Barat, padahal masih banyak negara-negara lain yang memerlukan produk kita dan tidak pernah kita sentuh. Contoh, Afrika. Mereka sebenarnya sudah maju dan banyak membutuhkan produk-produk asal Kaltim. Ini yang harus kita koordinasikan,” ujar Esti.

Forum Bakohumas ini dihadiri Kepala Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim S Adiyat dan pejabat kehumasan dari pemerintah kabupaten/kota serta BUMN/BUMD di Kaltim. (sul/adv)

Foto: Asisten Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim, H Bere Ali (depan tengah) bersama Narasumber dan Peserta forum Bakohumas.(fajar//humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation