Pusat Siap Bantu Kaltim

Gubernur Awang Faroek saat konferensi pers bersama Gubernur BI, Menko Kemaritiman, Menteri Perhubungan dan Wamen ESDM. Mereka berkomitmen akan membantu daerah mendapatkan sumber-sumber pendapatan daerah yang tidak bergantung kepada sumber daya alam tak terbarukan, caranya dengan membangun infrastruk

 

 

BALIKPAPAN – Pemerintah akan memberikan perhatian lebih besar kepada Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan provinsi lain di Pulau Kalimantan untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah agar tidak terus bergantung kepada kekuatan ekonomi berbasis sumber daya alam tak terbarukan.

Apa yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir sudah cukup menjelaskan bagaimana pertumbuhan ekonomi Kalimantan terutama Kaltim mengalami perlambatan akibat  turunnya harga batubara di pasar dunia. Disadari, jika hal ini tidak segera ditangani dengan kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah, maka bukan tidak mungkin kondisi perekonomian Kaltim akan semakin mengkhawatirkan di masa datang.

 

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo pada Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia menegaskan pentingnya diversifikasi pendapatan bagi daerah. Dijelaskan, saat ini struktur ekonomi Kaltim masih didominasi tambang dan hasil pengolahannya. Oleh karena itu kata Agus, pemerintah perlu terus mendorong kekuatan ekonomi baru di Kaltim, termasuk mendorong pengembangan kawasan industri dan pengembangan pariwisata. “Pemerintah akan membantu pembangunan infrastruktur dan berbagai kemudahan fiskal. Tapi itu tidak akan cukup, pemerintah daerah harus lebih kreatif agar investor bisa lebih tertarik berinvestasi ke Kaltim. Penguatan SDM juga harus disiapkan dengan baik,” kata Agus Martowardojo.

 

Sementara Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan kondisi yang saat ini dihadapi daerah harus ditangani secara bersama-sama. Menurut Luhut, semua harus berpikir dan bekerja demi kepentingan nasional. “Pemerintah sudah mencoba melakukan banyak hal untuk kemajuan bangsa ini. Berbagai permasalahan yang dihadapi daerah ini saya yakin pasti bisa kita atasi jika kita bisa duduk bersama. Dalam waktu segera saya akan undang semua, kita akan bicara satu meja. Yakinlah ekonomi Kaltim dan Kalimantan akan bergerak positif jika kita mau bekerja sama,” kata Luhut.

 

Gubernur Awang Faroek pada momentum ini menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah yang akan membantu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Kaltim. Gubernur juga menyebutkan kehadiran Presiden Joko Widodo, Kamis (13/7) lalu untuk melihat kemajuan pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda merupakan salah satu bukti nyata perhatian pemerintah pusat untuk membantu Kaltim. “Kita perlu infrastruktur yang baik, listrik yang memadai dan energi yang cukup untuk membangun. Kami berterimakasih kepada Bapak Presiden yang sangat serius membantu terwujudnya jalan tol di Kaltim. Terima kasih juga kepada Bank Indonesia dan jajaran pemerintah pusat lainnya yang juga sangat serius membantu kemajuan Kaltim,” kata Awang.  Gubernur Awang Faroek juga mengajukan beberapa pertanyaan terkait permasalahan masalah yang dihadapi daerah.

 

Jika ketersediaan sarana infrastruktur, listrik dan energi bisa dipenuhi dengan baik, maka Gubernur sangat yakin, sumber-sumber pendapatan baru akan bisa lebih mudah didapatkan oleh Kaltim. Rapat koordinasi dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Hadir pula dalam rapat koordinasi tersebut Sekprov Kaltim Rusmadi dan para bupati dan walikota se-Kaltim serta pejabat dari provinsi lain di Pulau Kalimantan.

 

Usai rapat koordinasi, Gubernur Awang Faroek dan Sekprov Rusmadi melanjutkan kegiatan dalam Diskusi Publik garapan Bank Indonesia dan Kementerian Koordinator Kemaritiman. Gubernur menjadi salah satu nara sumber, sementara Sekprov Rusmadi bertindak sebagai moderator. (sul/humasprov)

Berita Terkait