Pustin untuk Mendukung Nilai Tambah Ekonomi Rakyat

SAMARINDA - Rencana Pemprov Kaltim membangun Pusat Sains Teknologi dan Industri Nuklir (Pustin),  di Kawasan Industri Buluminung Penajam Paser Utara (PPU), diyakini memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan dan pengembangan ekonomi rakyat Kaltim.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim Dwi Nugroho Hidayanto mengatakan fasilitas ini bagian dari sentuhan yang didukung pemanfaatan teknologi tenaga nuklir. Fungsinya, untuk mendukung pengembangan teknologi kesehatan, pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

“Jadi, jika bicara nuklir bukan hanya difungsikan untuk membangun pembangkit listrik, tetapi juga berguna untuk bidang lain, contohnya untuk ketahanan pangan dan kesehatan,” kata Dwi Nugroho Hidayanto di Kantor Gubernur Kaltim  baru-baru ini.

Saat ini Kaltim masih merencanakan pembangunan tersebut dan itu didukung Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) dan siap turun ke lapangan untuk melihat lokasi pembangunan Pustin. Tetapi, untuk membangun ini perlu dukungan biaya dari Pemerintah Pusat.

Selanjutnya, Pemerintah Daerah akan membuat studi kelayakan. Dengan tujuan, agar Pemerintah Pusat membantu. Karena, pembangunan tersebut lebih cepat dari pada membangun PLTN, diperkirakan sekitar tujuh tahun.

“Komitmen kita sudah jelas, bahkan lahan sudah disiapkan. Jadi, yang membangun itu, bisa dari alokasi APBN maupun investor,” jelasnya.

Pembangunan ini akan mendukung pengembangan inovasi hingga penelitian yang sentuhannya didukung teknologi nuklir. Fasilitas tersebut diharapkan menghasilkan berbagai pengembangan teknologi yang mampu meningkatkan nilai ekonomis. Contohnya, pemproduksi radioisotop yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pelayanan kesehatan.(jay/es/humasprov)

Berita Terkait