Raja Haryono Pamit ke Gubernur

Dok.humaskaltim

SAMARINDA - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim Brigjen Pol H Raja Haryono pamit ke Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor. Setelah bertugas di Kaltim sejak 2017, Raja Haryono ditarik ke Mabes Polri. Raja Haryono menggantikan Brigjen Pol Sufyan Syarif saat bertugas di Bumi Kalimantan Timur. 

"Kami merasa senang dan bangga, atas kiprah dan kerja keras Pak Raja Haryono selama ini. Semoga apa yang dilakukan bernilai ibadah dan bermanfaat," ucap Gubernur Kaltim Isran Noor ketika menerima Raja Haryono untuk pamit ke Mabes Polri Jakarta di Ruang Kerja Gubernur Kaltim, Selasa (12/5/2020).

Gubernur sangat mengapresiasi kerja keras Raja Haryono bersama BNNP Kaltim. Apalagi, di masa kepemimpinannya, prevalensi penyalahgunaan narkoba di Kaltim terus turun dari urutan keempat menjadi 23 dari 34 provinsi di Indonesia.

Isran Noor mengaku sedih tidak dapat memberikan seremoni perpisahan kepada Raja Haryono, karena kondisi Covid-19.

"Pemprov Kaltim sangat apresiasi apa yang dilakukan Pak Raja Haryono bersama BNNP. Bahkan mampu menurunkan prevalensi di daerah ini. Kami mohon maaf. Biasanya kita lakukan pisah sambut. Sedih juga kita. Semoga tidak mengurangi rasa hormat kami kepada Pak Raja. Semoga  di tempat yang baru dapat berkarya lebih baik lagi," doa Isran kepada Raja Haryono.

Selanjutnya, Pemprov Kaltim meminta pengganti Raja Haryono akan lebih fokus dalam penanganan pemberantasan narkoba di Benua Etam. Raja Haryono juga pamit kepada Wagub Kaltim H Hadi Mulyadi. 

Serah terima jabatan dengan pejabat yang baru dijadwalkan melalui video conference di BNN RI. Pejabat baru dipercayakan kepada Brigjen Pol Iman Sumantri.

Raja Haryono yang lahir di Riau merupakan lulusan Akpol 1986. Prestasi terbaiknya adalah ketika sukses menurunkan prevalensi penyalahgunaan narkoba di Kaltim dari urutan 4 menjadi urutan 23 se-Indonesia. (jay/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait