Rakor Angkutan Lebaran Terpadu 2018, Kaltim Siap Hadapi Arus Mudik Lebaran

Rakor penyelenggaraan angkutan lebaran terpadu 2018. (syaiful/humasprov)

SAMARINDA - Sesuai hasil rapat koordinasi penyelenggaraan angkutan lebaran terpadu 2018, Dinas Perhubungan Kaltim meyakinkan sudah siap menghadapi arus mudik lebaran. Seluruh angkutan lebaran terlaporkan siap, baik angkutan udara, darat dan laut/sungai. Termasuk  sarana dan prasarana pendukung kelancaran masyarakat untuk mudik maupun bepergian juga sudah siap, yaitu dari bandara, dermaga dan terminal.

"Untuk penyelenggaraan angkutan lebaran jelang dan setelah lebaran, kita sudah siap. Begitu juga untuk kenyamanan penumpang ketika bepergian juga telah disiapkan. Contohnya, toilet di terminal maupun dermaga diharapkan tidak ada masalah," kata Salman Lumoindong usai memimpin rapat di Kantor Gubernur Kaltim yang dihadiri sejumlah Kepala Dishub Kabupaten/Kota serta jajaran Polri dan TNI serta Asuransi Jiwasraya, Rabu (6/6).

Selain itu, untuk pelayanan penumpang diharapkan SDM di masing-masing bandara, dermaga hingga terminal dapat memberikan kesan yang nyaman serta ramah terhadap penumpang. Begitu juga bagi para pengemudi angkutan juga dilakukan tes urine sebelum melaksanakan tugas. Mereka diingatka agar bertanggungjawab terhadap tugas-tugas mereka.

Begitu juga tentang rekayasa lalu lintas telah siap dilakukan, sehingga masyarakat juga mengetahui mana jalur yang baik dilintasi maupun tidak. "Misalnya Dinas Pekerjaan Umum Kaltim telah bergerak mulai dua bulan lalu. Untuk mengantisipasi mana titik rawan longsor dan jalan berlubang hingga tidak menjadi kekhawatiran masyarakat ketika melaksanakan perjalanan. Bahkan, titik rawan longsor telah diberikan police line atau tanda batas garis keamanan," jelasnya.

Selain itu, antisipasi keamanan juga telah dilakukan jajaran TNI dan kepolisian dengan membuka posko-posko pendukung arus mudik lebaran.  Di Balikpapan, ada tujuh titik yang dibangun baik oleh kepolisian dan TNI serta Dinas Perhubungan. Di Samarinda ada tiga titik di luar bandara dan terminal. Begitu juga Dinas PU Kaltim membuka empat titik posko untuk menempatkan alat berat sepanjang Samarinda-Balikpapan. "Posko-posko itu dibangun untuk mengatasi permasalahan arus lalu lintas," jelasnya.

Sedangkan pergerakan arus mudik penumpang di Kaltim, baik udara, darat dan laut tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, yaitu sekitar 700 ribuan orang. Penumpang yang bepergian diperkirakan lebih banyak ke wilayah Surabaya dan Makassar.

Selain itu, mendukung kelancaran angkutan lebaran, disiapkan 105 armada untuk angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), misal Samarinda-Banjarmasin. Kemudian armada antar kota dalam provinsi (AKDP) dengan bus umum sebanyak 401 unit.

Sedangkan angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) jenis MPU sebanyak 694  unit dan armada angkutan udara disiapkan 108 penerbangan perhari, baik dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, APT Pranoto, Kalimarau Berau dan Melak. Diharapkan semua pihak terus berkoordinasi demi lancar dan suksesnya angkutan lebaran di Kaltim. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait