Rakor Satgas Penanggulangan Karhutla Kaltim


 

Kesiapsiagaan Diperlukan untuk Antisipasi dan Tangani Bencana

SAMARINDA - Bencana tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi dan kepada siapa akan terjadi. Karena itu perlu upaya bersama, antara  pemerintah dengan lembaga dunia usaha dan masyarakat untuk mengantisipasi bencana, khusunya dalam  penangggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kaltim.

"Kita semua perlu menyadari jika alam dan lingkungan hidup dewasa ini, sudah banyak berubah, sehingga perlu adanya  kesiapsiagaan  dan upaya-upaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana," kata Asisten  Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim  H Bere Ali mewakili Gubernur Kaltim H Awang Fareok Ishak pada pembukaan Rapat Koordinasi  satuan tugas pananggulangan kebakaran hutan dan lahan dan bencana asap di Kaltim 2016, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (7/9). 

Bere Ali mengatakan, kondisi Kaltim secara empiris dapat dilihat dengan perubahan kondisi biogeofisik alam, pemanasan global dan perubahan iklim yang melanda hampir seluruh belahan bumi saat ini, dimana menghasilkan dampak perubahan iklim dan cuaca yang tidak beraturan.  

Degradasi sumber daya alam dan lingkungan menimbulkan berbagai fenomena alam yang  memicu terjadinya bencana, seperti elnino  yang menyebabkan kekeringan, kemarau panjang, kebakaran hutan dan lahan, hingga menimbulkan gangguan asap.

"La nina yang menyebabkan curah hujan melebihi batas normal dapat menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor dan dampak-dampak lain. Sebaliknya, saat kemarau panjang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan yang bisa menyebabkan bencana asap," ujarnya.

Masalah penanggulangan bencana kata Bere Ali, ada tiga langkah utama yang harus dilakukan, pertama adalah kesiapsiagaan termasuk di dalamnya penanggulangan kebakarann hutan dan lahan, khususnya kesiapsiagaan personil dalam mengantisipasi dan penanggulangan bencana. Kemudian yang kedua adalah kesiapsiagaan sarana dan prasarana, karena personil tanpa fasilitas tentu tidak bisa maksimal dalam pelaksanaan tugas.

"Yang ketiga adalah kesiapsiagaan prosedur tetap (protap). Ini penting, siapa melakukan apa, siapa bertugas dimana dan lain sebagainya. Oleh karena itu kesiapsiagaan penting untuk menghadapi maupun penanggulangan bencana termasuk dalam mengantisipasi kebakarann hutan dan lahan," kata Bere Ali. (mar/sul/es/humasprov)

Berita Terkait