Rakornis Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim 2018, Gubernur : Kaltim Menuju Provinsi Cerdas

Staf Ahli Gubernur Bidang Reformasi Birokrasi dan Pengelolaan Keuangan Daerah, HM Yadi Robyan Noor (kiri), Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando (dua dari kiri), Walikota Bontang Neni Moerneaeni (tengah), Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang (dua dari kanan) dan Kepala Dinas Perpusta

 

SAMARINDA - Kaltim sebagai provinsi kaya sumber daya alam selayaknya memiliki simbol kebanggaan dan salah satunya perpustakaan yang sangat refresentatif.  Sebab, perpustakaan selain keberadaannnya diperlukan masyarakat untuk menambah ilmu pengetahuan di luar pendidikan formal juga menjadi ikon (lambang) kecerdasan bagi suatu daerah. Hal itu diungkapkan Gubernur Kaltim dalam sambutan tertulis yang disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah HM Yadi Robyan Noor pada Rapat Koordinasi Teknis Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim 2018.

 

Menurut dia, perpustakaan mampu meningkatkan minat dan budaya membaca masyarakat sehingga menjadi wadah membangun kecerdasan. "Kaltim sudah digadang-gadang sebagai provinsi gemar membaca. Maka perpustakaan menjadi lambang kecerdasan untuk mewujudkan Kaltim menuju Provinsi Cerdas," katanya di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu, Selasa (6/3). Ditegaskannya, pemprov sangat mendukung rencana pembangunan gedung perpustakaan baru yang lebih refresentatif di Samarinda menggantikan gedung yang sudah ada. 

 

Diharapkan, gedung perpustakaan baru itu mampu meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat Kaltim agar semakin cerdas dan berpengetahuan. "Gedung perpustakaan baru tidak saja menjadi lambang kecerdasan Kaltim yang kaya SDA. Juga, momentum meningkatkan minat dan budaya baca masyarakat yang dinilai masih rendah," harapnya.  

 

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kaltim HM Aswin mengemukakan rakornis dalam upaya mengsinkronisasikan strategi dan kebijakan pengembangan sistem otomasi perpustakaan dan kearsipan di Kaltim. "Rakornis untuk meningkatkan layanan perpustakaan dan lembaga kearsipan yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan mengimplementasikan sistem otomasi," ujar Aswin. Rakornis bertema Otomasi Perpustakaan dan Kearsipan Mewujudkan Peningkatan Budaya Baca dan Tertib Arsip di Kaltim dilaksanakan selama 3 hari (6-8 Maret) 2018 diikuti 200 peserta. 

 

Hadir Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando, Walikota Bontang Hj Neni Moerneaini serta Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang.   Kegiatan diikuti pimpinan badan/dinas dan instansi yang membidangi perpustakaan/kearsipan kabupaten dan kota se-Kaltim, instansi vertikal, pustakawan dan instansi di lingkup Pemprov Kaltim dan Polda Kaltim. 

 

Kegiatan dirangkai dengan penandatangan MoU antara Dinas PKD Kaltim dengan kabupaten dan kota terkait pengembangan perpustakaan dan kearsipan di daerah. Sekaligus penyerahan 4 unit mobil perpustakaan keliling dari Perpusnas kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim, Kantor Perpustakaan Bontang, Kutai Timur dan Penajam Paser Utara. (yans/sul/humasprov)

Berita Terkait