Ramadan, Pemprov Gencarkan Pengawasan Barang

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim pada Bulan Suci Ramadhan maupun menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah, melalui dinas terkait  terus lakukan pengawasan terhadap barang yang beredar, terutama kebutuhan yang dikonsumsi langsung masyarakat, seperti bahan sembilan bahan pokok (sembako). 

Hal itu ditegaskan Asisten  Kesejahteraan Rakyat  Setdaprov Kaltim H Bere Ali  menanggapi kemungkinan bahan sembako yang kadaluarsa maupun bahan makanan yang mengandung bahan pengawet beredar di masyarakat.

"Berbagai langkah  kami lakukan sebagai upaya  mengantisipasi beredarnya barang kadaluarsa atau bahan yang mengandung bahan pengawet yang dapat mengganggu kesehatan. Maka dari itu kita  terus melakukan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk menangani permasalahan kebutuhan pokok masyarakat ini," papar Bere Ali, akhir pekan lalu.

Dia meminta dinas dan instansi terkait baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota  untuk terus melakukan  pemantauan dan pengawasan terhadap kebutuhan sembako maupun  kelayakan makanan lainnya. Keberadaan kebutuhan pokok serta kelayakannya harus jelas. Masyarakat juga diminta  untuk tetap waspada, tidak cepat terpengaruh oleh harga yang murah, tetapi kualitasnya tidak bagus. Begitu pula dalam memilih makanan  harus bisa membedakan mana yang mengandung pengawet atau tidak.

"Apalagi, jika keberadaan bahan pokok tersebut terbatas, tentu biaya bahan pokok  juga naik. Karena itu, pemerintah akan melakukan program operasi pasar, sehingga masyarakat bisa menerima kebutuhan pokok dengan biaya yang terjangkau. Selain itu  juga memastikan kebutuhan makanan  masyarakat terbebas dari bahan pengawet," paparnya. 

Untuk mengetahui kondisi ketersediaan kebutuhan pokok tersebut, Pemprov meminta pemerintah kabupaten/kota juga dapat melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi yang tepat. (mar/sul/humasprov)

Berita Terkait