Ramah Energi Dengan Tenaga Surya

Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dikelola oleh penduduk desa (rian/humasprovkaltim)

BERAU -  Meski terletak jauh dari kota, tepatnya 7 jam dari Tanjung Redeb, Desa Teluk Sumbang tak tertinggal oleh teknologi penerangan. Sebab, ada pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dikelola oleh penduduk desa. 

Operator PLTS Ahmad mengisahkan pembangkit ini baru dibangun pada 2017 lalu. Namun baru beroperasi sejak 2018. Sebelum ada PLTS, masyarakat yang ingin menikmati listrik harus menggunakan mesin diesel atau genset pribadi.

"Ada 1.500 panel surya. Pembangkit ini mampu menghasilkan daya listrik 400 Kwh. Namun selama ini yang digunakan baru 30 Kwh," terang Ahmad saat diwawancarai Humas dan wartawan dalam rangka kunjungan jurnalistik FCPF Carbon Fund, Selasa (5/11/2019). 

Dia menyebut, PLTS ini murni menggunakan panel surya tanpa bahan bakar minyak (BBM) sedikit pun. Tentunya ramah lingkungan dan energi. PLTS ini milik swasta yang dikelola oleh Desa Teluk Sumbang. Ada 130 lebih pelanggan. Semuanya berasal dari Desa Teluk Sumbang saja. 

"Pembayarannya menggunakan sistem voucher. Harganya Rp 1.460 per Kwh," ujarnya. 

Ahmad mengatakan operasional PLTS saat ini sudah 24 jam. Selama ini tidak ada kendala dalam alat. Kendala hanya pada perluasan jaringan karena kontur wilayah desa yang berbukit dan jauh. Ketika hujan juga tidak masalah, kecuali hujannya seharian, mesin bisa drop. Namun distribusi listrik masih bisa berjalan karena ada penyimpan daya atau biasa disebut baterai. Daya yang disimpan cukup untuk mengaliri listrik semalaman. 

"Untuk perawatan, cukup dibersihkan saja dari rumput dan kotoran," tutup lelaki berusia 31 tahun tersebut. (yuv/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait