Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-61 Provinsi Kaltim, Awang : Mari Bersama Tuntaskan Pembangunan

Foto : Gubernur Awang Faroek Ishak mendapat potongan tumpeng dari Ketua DPRD Kaltim H Syahrun disaksikan unsur pimpinan DPRD Kaltim lainnya. (SYAIFUL/HUMASPROV)

 

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-61 Provinsi Kaltim, Awang : Mari Bersama Tuntaskan Pembangunan 

 

SAMARINDA - Memanfaatkan momentum HUT ke-61 Provinsi Kaltim, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengajak seluruh rakyat untuk bersama-sama menyukseskan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Apresiasi disampaikan Gubernur Awang Faroek Ishak atas kerja sama   yang terjalin baik bersama pemerintah kabupaten/kota dan dukungan semua pihak hingga Kaltim kini banyak berubah, makin banyak prestasi, semakin maju dan membanggakan.

 

"Karena itu, saya minta jajaran OPD Pemprov Kaltim terus jalin kerja sama yang semakin baik dengan semua pihak. Tingkatkan pelayanan dan teruslah fokus demi peningkatan  kesejahteraan rakyat," kata Awang Faroek pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kaltim dalam rangka HUT ke-61 Provinsi Kaltim di Gedung Utama DPRD Kaltim, Senin (8/1). Awang menyebutkan, pembangunan pada dasarnya tidak akan pernah berhenti, karena masalah dan tantangan ke depan tidaklah ringan. Pembangunan harus terus berlanjut untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

 

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018 mengusung visi mewujudkan Kaltim sejahtera yang merata dan berkeadilan berbasis agro industri dan energi yang ramah lingkungan. Visi ini, lanjut Awang, didasari dengan spirit membangun masa depan ekonomi daerah Kaltim yang berbasiskan peningkatan nilai tambah sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan memperhatikan aspek lingkungan dan berkelanjutan. "Ke depan Kaltim tidak boleh bergantung pada sumber daya yang tak dapat diperbaharui seperti batu bara maupun migas. Kita akan kembangkan sektor pertanian dalam arti luas dan SDM didukung infrastruktur yang mantap," tegas Awang. 

 

Selain itu, dalam mendukung visi tersebut, Pemprov Kaltim juga menyusun misi, yaitu pertama mewujudkan kualitas sumber daya manusia Kaltim yang mandiri dan berdaya saing tinggi, kedua mewujudkan daya saing ekonomi yang berkerakyatan berbasis sumber daya alam dan energi terbarukan, ketiga mewujudkan infrastruktur dasar yang berkualitas bagi masyarakat secara merata, keempat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan dan berorientasi pada pelayanan publik dan kelima mewujudkan kualitas lingkungan yang baik dan sehat serta berperspektif perubahan iklim.  

 

"Sangat jelas, visi dan misi ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan (pro growth), menciptakan dan memperluas lapangan kerja (pro job), mengurangi kemiskinan (pro poor) dan mendukung terciptanya keadaan lingkungan yang lebih baik (pro environment)," jelasnya. 

 

Upaya pembangunan yang dilakukan di Kaltim sejalan dengan kebijakan pembangunan nasional dengan memperhatikan norma-norma, yaitu pembangunan harus dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kemudian pembangunan tidak boleh menciptakan dan memperlebar ketimpangan, pertumbuhan ekonomi tidak boleh menurunkan daya dukung dan menimbulkan kerusakan lingkungan.

 

Selain itu, selama kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak, capaian pembangunan sumber daya manusia cukup baik ditandai dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yaitu pada 2013 adalah 73,21 persen atau peringkat keempat secara nasional menjadi 74,17 persen 2015 atau naik peringkat ketiga secara nasional dan 2016 IPM Kaltim mencapai 74,59 persen.  

 

Kemudian upaya pemerintah provinsi untuk mengatasi kesenjangan dan daya beli masyarakat dilakukan pengembangan pasar dan distribusi barang/produk di 30 lokasi. Juga dilakukan penguatan koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk mengendalikan kestabilan harga 4 kelompok komoditi bahan pokok. 

 

Mengenai pengembangan pembangunan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan, Pemprov Kaltim telah melaksanakan pembangunan pembangkit listrik tenaga gas yang berasal dari pengolahan limbah pabrik kelapa sawit (PLTBG-POME) berkerja sama dengan perusahan perkebunan sawit dan PLN melalui skema bisnis yang disepakati. Hingga 2017 telah ada 4 PKS  yaitu PT Rea Kaltim, PT Prima Mitra Jaya, PT Indonesia Plantation Sinergy dan PT Hutan Hijau Mas yang telah membangun PLTBG-POME dengan total daya yang terpakai sebesar 12,3 MW. 

 

Kemudian pembangunan PLTS terpusat sebanyak 5 unit di Desa Teluk Alulu dan desa Teluk Semanting di Kabupaten Berau, Desa Kelian Luar dan Desa Muara Ponaq di Kabupaten Kutai Barat, dan Desa Segendang di Kabupaten Paser. Sementara, mengenai tujuan menyediakan infrastruktur dasar yang berkualitas dengan sasaran pembangunan infrastruktur adalah meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap pelayanan infrastruktur dasar dengan indikator indeks kepuasan layanan infrastruktur dasar mencapai 7 persen atau melampaui target ditahun 2017 sebesar 6,8 persen. 

 

Sedangkan, capaian dalam pelaksanaan pembangunan bidang infrastruktur semakin baik, salah satunya kondisi jalan dengan kapasitas daya mampu 10 ton pada tahun 2017 telah terbangun 155,36 km. Kemudian, pembangunan Jalan Tol Balikpapan–Samarinda sepanjang 99,02 Km yang terbagi menjadi 5 Seksi masih terus dilanjutkan. "Karena itu, dari semua program yang ada, Pemprov Kaltim berharap pembangunan terus berkelanjutan, sehingga kesejahteraan rakyat dapat terwujud," jelasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, hadir seluruh Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim dan seluruh pimpinan OPD Pemprov Kaltim, sejumlah tokoh masyarakat, agama, pemuda, olahraga dan anggota DPRD Kaltim serta mantan Gubernur Kaltim H Suwarna AF.

 

Pada rapat paripurna tersebut juga diserahkan 34 penghargaan bagi para tokoh berjasa di Kaltim. Selain itu, juga dirangkai dengan penandatanganan MoU antara Pemprov Kaltim dengan BPJS Wilayah Kalimantan dan perbankan di Kaltim, yaitu BNI, BRI, Mandiri dan BPD Kaltimtara tentang pemberian jaminan kredit bagi penunggak iuran BPJS. (jay/sul/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation