Realisasi Omfit 171.342.829 Pohon

Hingga 2 Januari 2014

SAMARINDA– Pelestarian dan pengembangan hutan menjadi salah satu perhatian serius Pemprov Kaltim dalam beberapa tahun terakhir. Pada Januari 2010 lalu dalam perhelatan Kaltim Summit I, Gubernur Kaltim Dr Awang H Faroek Ishak telah mencanangkan Kaltim Green (Kaltim Hijau) dengan program One Man Five Trees (Omfit).
Hal itu dilakukan guna mendukung kebijakan Presiden, yakni penanaman satu miliar pohon secara nasional.Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltim H Chairil Anwar mengungkapkan sejak pencanangan tersebut hingga 2 Januari 2014, realisasi penanaman baik di sektor kehutanan maupun non kehutanan adalah sebesar 171.342.829 batang pohon.
 Jumlah tersebut tersebar di kabupaten/kota se Kaltim dan Kaltara.“Untuk realisasi penanaman pohon pada jenjang waktu 1 Februari 2013 sampai dengan 2 Januari 2014, jumlahnya sekitar 43.338.429 batang pohon. Jumlah itu masih sementara, karena perhitungan realisasi akan berakhir pada 31 Januari mendatang,” ungkap Chairil, Jumat (3/1).
Chairil menjelaskan dari total 43.338.429 pohon yang telah di tanam selama rentang waktu Februari 2013 hingga Januari 2014 tersebut, terbagi menjadi dua kegiatan, yakni sektor kehutanan sebanyak 42.651.638 pohon dan non kehutanan (686.791 pohon).
Untuk sektor kehutanan, lanjut dia, terdiri dari kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) lewat sumber dana APBN, ABPD provinsi dan kabupaten/kota sebanyak 7.097.650 pohon. Kebun Bibit Rakyat (KBR) sebanyak 5.280.000 pohon, reklamasi hutan bekas tambang (704.467 pohon), reklamasi Tahura Bukit Soeharto (8.000 pohon).
Selanjutnya, kegiatan hutan rakyat kemitraan (140.260 pohon), hutan kota (310.140 pohon), penghijauan lingkungan (61.250 pohon), penanaman HTI (27.564.060 pohon) dan penanaman IUPHHK (Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu)/HPH (Hak Pengusahaan Hutan) dengan penanaman tanah kosong dan kanan-kiri jalan angkut (1.485.811 pohon).
Sedangkan untuk sektor non kehutanan, terdiri dari kegiatan pengembangan tanaman perkebunan sebanyak 101.282 pohon, tanaman hortikultura (44.120 pohon), penanaman pohon di jalan tol, waduk dan lainnya (10.751 pohon), gerakan perempuan tanam dan pelihara pohon organisasi wanita (5.000 pohon).Lalu, kegiatan jajaran TNI (7.727 pohon), kegiatan jajaran Polda (2.950 pohon), kegiatan CSR/BUMD/BUMN/BUMS (360.651 pohon),
Gerakan Bakti Pemuda Penghijauan (GBPP) (650 pohon), penanaman HMPI tingkat provinsi 28 Nopember 2013 (500 pohon) dan penanaman oleh SKPD lingkup Pemprov, siswa/mahasiswa dan LSM (153.060 pohon).
“Dari jumlah total 171.342.829 pohon sejak 2010 yang telah ditanam oleh Pemprov dan seluruh pemangku kepentingan bersama dengan masyarakat, kita terus berusaha untuk memelihara dan menjaga agar tanaman yang dipohon dapat terus tumbuh dan besar. Jika ada yang mati, maka akan kita ganti,” jelasnya.
Untuk 2014, Chairil menyebut kegiatan Dishut tetap akan fokus pada rehabilitasi, pemeliharaan dan pelestarian hutan serta penghijauan melalui penanaman pohon. Salah satunya adalah di kawasan Tahura Bukit Soeharto. Dimana akan dilakukan kegiatan reboisasi, pembuatan arboretum, reboisasi pengkayaan dan pemeliharaan reboisasi pengkayaan.
Selain itu, juga dilakukan kegiatan pembuatan dan pemeliharaan area model rehabilitasi hutan mangrove dan rehabilitasi DAS IPPKH (Daerah Aliran Sungai Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan) Jalan Tol di kawasan Hutai Lindung Manggar.
“Untuk program 100 hari Dishut diawal masa kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak dan Wagub Mukmin Faisyal, kita akan melaksanakan kegiatan pemberian bantuan bibit penghijauan lingkungan sebanyak 150.000 batang kepada sembilan kabupaten/kota se-Kaltim. Kita harapkan program ini akan berjalan sesuai target,” pungkasnya. (her/hmsprov)
 

Berita Terkait
Government Public Relation