Rel Kereta Maloy - Muara Wahau - Tabang dimulai 1 Desember 2016


 

Pemprov Siap All Out

SAMARINDA - Gubernur Awang Faroek Ishak menegaskan, Pemprov Kaltim akan all out mempercepat pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Percepatan Kawasan ekonomi yang didalamnya terdapat Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy itu akan dilakukan, salah satunya dengan percepatan pembangunan jalur rel kereta api yang dalam tahap awal akan menjadi angkutan khusus batubara.

"Saya sangat yakin, kehadiran rel kereta api ini akan memberi dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltim. Sebab itu, Pemprov Kaltim akan all out  menuntaskan rencana ini dan sangat berharap dukungan Pemkab Kutai Timur, investor dan tentu dukungan masyarakat juga," kata Gubernur Awang Faroek Ishak saat memimpin rapat membahas kelanjutan pembangunan KIPI Maloy di Ruang Tepian I Kantor Gubernur, Kamis (29/9).

Pembangunan rel kereta api angkutan khusus batubara itu akan dimulai pada awal Desember tahun ini. Sedikit bergeser dari rencana sebelumnya, rel kereta api direncanakan dibangun langsung mengarah ke pelabuhan terminal batubara, yang akan dibangun berdampingan dengan pelabuhan crude palm oil (CPO) dan pelabuhan conteiner di KIPI Maloy.

Dari pelabuhan batubara di KIPI Maloy, rel kereta dibangun melintasi areal sejumlah perusahaan batubara yang nantinya diharapkan menjadi pengguna jasa angkutan batubara dari angkutan kereta api. Jalur selanjutnya melewati Muara Wahau hingga tembus ke wilayah Tabang di Kutai Kartanegara dengan jarak sekitar 200 km.

"Kita akan bantu semua proses perijinan demi kelancaran rencana ini. Semua proses perijinan akan kita bantu full team, termasuk gubernurnya. Pemprov dan Pemkab Kutim akan all out untuk mewujudkan rencana pembangunan ini tidak terkecuali dalam proses pembebasan lahan yang pasti berkaitan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kita," tegas Awang.

Untuk melihat lebih jauh kesiapan rencana pembangunan rel kereta api yang akan dimulai 1 Desember 2016 ini, Gubernur Awang Faroek Ishak merencanakan kunjungan ke KIPI Maloy pada 10 Oktober mendatang. Bersama Gubernur Awang Faroek, rencana juga akan diajak para pengusaha yang akan menginvestasikan modal mereka di kawasan industri yang digadang-gadang akan menjadi yang terbesar di kawasan timur Indonesia tersebut.

Hadir dalam rapat tersebut, Bupati Kutai Timur Ismunandar, Asisten Ekonomi Pembangunan Ichwansyah, para pejabat terkait Pemprov Kaltim dan direksi  PT. Kaltim Kawasan Industri Maloy (KKIM) dan PT. Kaltim Pelabuhan Indonesia Maloy (KPIM). Sejumlah perwakilan direksi perusahaan perkebunan dan batubara juga hadir dalam rapat tersebut. (sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation