Restuardy Siap Lanjutkan Program Awang Faroek

Pj Gubernur Kaltim Restuardy Daud dan mantan gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. (yuvita/humasprov)

SAMARINDA – Bertempat di Pendopo Lamin Etam, Sabtu (22/9) secara resmi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo melantik Restuardy Daud (Deputi  Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pembangunan Perbatasan/BNPP) sebagai penjabat (Pj) Gubernur Kaltim.

Usai dilantik, secara tegas Restuardy menyampaikan dirinya mendapat tugas melanjutkan dan melaksanakan tugas pemerintahan daerah Kaltim sampai dilantiknya gubernur Kaltim definitif. “Saya ditugaskan Mendagri untuk memastikan stabilitas penyelenggaraan pemerintahan dan daerah. Prinsip saya melanjutkan program-program Pak Awang (mantan Gubernur Awang Faroek Ishak) khususnya program strategis nasional di daerah,” katanya.

Menurut dia, terkait program pembangunan daerah seperti pembangunan infrastruktur sesuai yang telah ditetapkan pemerintah maka akan terus dilanjutkan hingga akhir tahun. Hal tersebut sesuai aspek perencanaan maupun aspek dokumen anggaran sampai Desember tahun ini.

Pj_Gubernur_Restuardy_dan_Pak_Awang_2

Sementara itu, terkait adanya beberapa permasalahan yang muncul dan menjadi kendala pelaksanaan proyek, Restuardy mengatakan dirinya akan mencermati secara detail bersama instansi terkait.Pada dasarnya ujar Restuardy, proyek-proyek strategis nasional maupun daerah harus terus dilaksanakan dan diselesaikan sebab sudah menjadi prioritas. “Jadi saya memastikan untuk itu tetap berlangsung. Tidak ada kebijakan yang khusus yang akan saya lakukan kecuali meneruskan itu,” tegasnya.  

Terlebih saat ini lanjut Restuardy, sudah memasuki tahapan pemilu 2019 dimana sejak 23 September sudah akan dilakukan kampanye bagi calon anggota legislatif dan pemilihan presiden. 

Seperti yang dilakukan Pak Awang, ujarnya, maka dirinya juga akan segera merapatkan barisan dan intensif berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk menciptakan stabilitas dan kondusifitas daerah. “Kita semua ingin agar pelaksanaan pemilu berjalan sukses tanpa ada masalah terlebih lagi terjadinya gangguan terhadap stabilitas dan kondusifitas daerah,” tutup Restuardy. (yans/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait