Revisi Tata Ruang Samarinda untuk Atasi Banjir


SAMARINDA – Hingga saat ini banjir masih menjadi masalah yang selalu menghantui dan mengancam Ibukota Provinsi Kaltim, Samarinda saat turun hujan. Banjir dan berbagai permasalahannya menjadi PR (pekerjaan rumah) berat Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Masalah inipun menjadi perhatian penting Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak. Dia mengajak jajaran Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda untuk mengatasi masalah yang berkepanjangan itu secara bersama.

Menurut Gubernur, perlu ada langkah konkrit dan sinergis yang optimal dilakukan instansi terkait untuk mengatasi serbuan banjir di Ibukota Benua Etam itu.

“Tadi dari rumah saya kemari (rumah jabatan Sekprov Kaltim) memerlukan waktu 45 menit karena banjir. Saya minta para pejabat di daerah dan instansi terkait mari kita bantu Walikota Samarinda mengatasi masalah banjir ini,” katanya saat buka puasa bersama di Rumah Jabatan Sekprov Kaltim, Sabtu (11/6).

Konkritnya menurut dia, perlu revisi tata ruang wilayah kota dan walikota harus duduk bersama instansi terkait untuk menetapkan langkah tepat.  Menurut dia Pemprov telah membantu anggaran lebih dari Rp600 miliar. Namun sayang tidak mampu diserap dengan baik untuk program banjir. Diantaranya juga terkendala masalah pembebasan lahan.

“Jangan seperti yang lalu. Banjir bukan PR walikota saja, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua untuk menuntaskan. Kasihan warga kita kalau selalu kebanjiran,” ujarnya. (yans/sul/es/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation