RRI Penyambung Aspirasi Rakyat

 

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan sebagai lembaga penyiaran pemerintah Radio Republik Indonesia (RRI) telah berperan sangat baik sebagai corong pemerintah dalam penyebaran informasi pembangunan.

"Terus lanjutkan program-program RRI untuk membantu Pemprov Kaltim dalam penyebarluasan berbagai  informasi pembangunan kepada masyarakat," kata Awang Faroek Ishak saat menerima Kepala Stasiun RRI Samarinda yang baru Chrisma Rini dan jajaran di ruang kerja Gubernur Kaltim, Rabu (31/5).

Selain sebagai corong pemerintah untuk menyebarkan informasi pembangunan, lanjut Awang, program RRI sekaligus sebagai media pendidikan bagi masyarakat Kaltim. Apalagi RRI telah hadir di semua kabupaten perbatasan, mulai dari Malinau, Nunukan dan Mahakam Ulu.

"Oleh karena itu, apa yang telah dilakukan oleh Pak Suyono (Kepala Stasiun RRI sebelumnya), kiranya bisa dilanjutkan Ibu Chrisma Rini selaku Kepala Stasiun RRI yang baru. Kerjasama dengan Pemprov  Kaltim  yang telah dilakukan selama ini juga bisa ditingkatkan," pesan Awang.    

Gubernur juga berharap agar RRI dapat  menjadi sarana penyambung aspirasi masyarakat untuk menginformasikan berbagai keluhan masyarakat, misalnya jalan yang rusak, banjir, listrik padam, air tidak lancar maupun kejadian lain untuk mengingatkan bupati dan walikota  agar segera memperbaiki melalui dinas-dinas terkait.

Laporan masyarakat itu  tidak boleh dibiarkan. Tapi harus segara ditindaklanjuti.    

Gubernur juga meminta agar RRI terus melanjutkan program-program yang sifatnya menjaring aspirasi masyarakat.

Masukan dan aspirasi masyarakat itu nantinya akan ditindaklanjuti Biro Humas Setprov Kaltim bekerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk  menjawab atau memberikan konfirmasi terkait apa yang dilaporkan masyarakat.

"Dialog Interaktif Hallo Kaltim bisa mengundang walikota ataupun bupati untuk memberikan konfirmasi kepada masyarakat terkait program yang dilaksanakan maupun upaya apa yang dilakukan untuk membantu masyarakat," kata Awang Faroek.

Selain itu, Gubernur minta kepada masyarakat agar dalam memberikan laporan  ataupun menyampaikan aspirasi harus dengan data yang benar, bukan mengada-ngada, sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Masyarakat bebas menyampaikan aspirasi tetapi sesuai fakta di lapangan.  (mar/sul/ri/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation