RSUD AWS Resmi Jadi Rumah Sakit Internasional, Menkes : 10 Tahun Mimpi Gubernur Terwujud

Gubernur bersama Menkes Nila F Moeloek di RSUD AWS. (SENO/HUMASPROV)

 

SAMARINDA - Pujian disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) dr Nila F Moeloek untuk Kaltim yang kini sudah memiliki rumah sakit berkelas internasional. Rumah sakit yang dimaksud Menkes adalah Rumah Sakit Umum Daerah  Abdul Wahab Syahrani (RSUD AWS) Samarinda. Lebih lengkap lagi karena saat ini RSUD AWS sudah memiliki instalasi kedokteran nuklir. Instalasi kedokteran nuklir merupakan suatu spesialis kedokteran yang menggunakan energi radiasi terbuka dari inti nuklir untuk menilai fungsi suatu organ, mendiagnosa dan mengobati penyakit. 

 

Bukan hanya memuji, lebih dari itu, Menkes Nila F Moeloek ternyata juga tahu betul ihwal rumah sakit internasional ini. Dia  mengungkapkan,  mimpi Gubernur Awang Faroek Ishak itu sesungguhnya diketahuinya sejak hampir 10 tahun lalu. Dan sekarang benar-benar terwujud saat dirinya dipercaya menjadi Menteri Kesehatan. "Pak Gubernur pernah bertemu suami saya (Faried Anfasa Moeloek), saat masih menjabat Menteri Kesehatan. Saya juga di sana. Pak Awang menyatakan keinginan agar Kaltim bisa memiliki rumah sakit berkelas internasional. Syukur alhamdulillah, tahun ini mimpi itu benar-benar menjadi kenyataan," ungkap Menkes, saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Kaltim dan peresmian Instalasi Kedokteran Nuklir di RSUD AWS, Senin (26/3).

 

Menkes Nila F Moeloek mengakui perjuangan Gubernur Awang Faroek untuk program kesehatan sangat luar biasa. Selain memiliki instalasi kedokteran nuklir, Kaltim sudah memiliki rumah sakit untuk pelayanan penderita kanker. Pemerintah bangga, karena Kaltim mampu memiliki rumah sakit berkelas internasional. Artinya, sekarang tidak lagi orang Indonesia, khususnya Kaltim berobat ke luar negeri, tetapi sebaliknya orang luar negeri bisa berobat ke Indonesia, termasuk ke Kaltim. "Saya kira ini impian semua rakyat Kaltim, khususnya seorang Awang Faroek Ishak," puji Menkes.   

 

Sementara Gubernur Awang Faroek Ishak mengaku sangat gembira dan bangga, karena pengakuan tersebut disampaikan pemerintah pusat melalui Menkes. "Semua ini untuk rakyat Kaltim. Memang, 10 tahun lalu saya bercita-cita agar RSUD AWS bisa menjadi rumah sakit berkelas internasional. Alhamdulillah itu sekarang menjadi kenyataan," kata Awang. 

 

Saat ini RSUD AWS telah memperoleh akreditasi paripurna dari pemerintah melalui rekomendasi Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Awang meyakini, RSUD AWS akan semakin berkembang dengan adanya pelayanan instalasi kedokteran nuklir.  Kedokteran nuklir merupakan suatu spesialis kedokteran yang menggunakan energi radiasi terbuka dari inti nuklir untuk menilai fungsi suatu organ, mendiagnosa dan mengobati penyakit.

 

Pemeriksaan kedokteran nuklir banyak membantu dalam menunjang diagnosis berbagai penyakit. Seperti pada jantung dapat dilakukan pemeriksaan Sidik Perfusi Miokard (SPM) untuk mengetahui gangguan aliran darah otot jantung yang membantu dalam penegakan penyakit jantung koroner dan infark miokard. 

 

Awang menambahkan, saat ini di Indonesia hanya tiga kota yang rumah sakitnya memiliki instalasi kedokteran nuklir yaitu Jakarta, Bandung, dan Semarang. Saat ini, RSUD AWS menjadi rumah sakit keempat dan satu-satunya di luar pulau Jawa yang memiliki instalasi kedokteran nuklir ini. "Karena itu, sekarang pasien dari Kaltim tidak perlu lagi ke Malaysia maupun Singapura untuk berobat atau mengetahui penyakit kanker. Di Kaltim sudah ada. Artinya, silahkan masyarakat Asia Tenggara berobat ke Indonesia, lebih bagus lagi ke Kaltim," harap Awang.

 

Selanjutnya, Awang meminta ke depan setiap rumah sakit di daerah ini terus berupaya tingkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat. Selain itu, Awang juga mengajak masyarakat Kaltim untuk berprilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga dirangkai dengan peresmian  RSUD Sangkulirang Kutai Timur Kelas B dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Samarinda.

 

Hadir Pj Sekprov Kaltim Dr Hj Meiliana, Direktur RSUD AWS dr H Rachim Dinata Marsidi, Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo dr Edy Iskandar, Kepala BNNP Kaltim Brigjen Pol Raja Haryono dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Kaltim. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation