Rusmadi : Politani Harus Cetak Insan Profesional

Wisuda Politani XXIV 2014

SAMARINDA-Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi ketika menyampaikan orasi ilmiah kepada wisudawan/wisudawati Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Samarinda XXIV 2014 berharap kampus tersebut mampu mencetak insan yang professional di bidang pertanian dalam arti luas.

Melalui wisuda tersebut Pemprov Kaltim merasa bangga, karena terdapat tambahan sumberdaya manusia berkualitas di Kaltim, yang diharapkan dapat berpartisipasi dan berperan aktif mengembangkan pertanian dalam arti luas sebagai upaya mewujudkan cita-cita pemerintah dan seluruh rakyat Kaltim untuk melaksanakan transformasi (perubahan) sosial ekonomi berbasis sumber daya alam terbarukan.

“Karena itu, kami berharap Politeknik Pertanian Negeri Samarinda  dapat terus mencetak generasi muda professional, khususnya di bidang pertanian. Saya yakin dari para wisudawan dan wisudawati ini, ada harapan baru bagi Kaltim. Saya jadi optimis, cita-cita Kaltim akan tercapai sesuai target yang diharapkan, yaitu untuk memajukan sektor pertanian dalam arti luas,” kata Rusmadi, Sabtu (11/10).

Menurut dia, untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui program pertanian dalam arti luas, masyarakat terlebih dulu harus melihat potret perekonomian Kaltim. Sejarah perkembangannya, sektor apa yang berpengaruh, serta langkah apa yang diambil pemerintah dengan kondisi yang ada.

Kemudian, masyarakat harus melihat posisi sektor pertanian dalam struktur perekonomian Kaltim. Kaltim yang katanya kaya akan emas hitam ternyata punya potensi lain yang tidak kalah berharga namun masih belum banyak mendapat sentuhan ide dan peran serta generasi muda.

Sejak tahun 2013 hingga saat ini, telah dilaksanakan 2 forum penting yang menentukan nasib Kaltim ke depan, yakni Kaltim Summit II pada 30-31 Juli 2013 dan Rembuk Rakyat pada 26 Februari 2014. Forum ini menjadi ajang silaturahmi dan tukar pikiran antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai stakeholder pembangunan.

“Tujuan dari forum ini adalah membahas dan membangun pemahaman bahwa perlu ada perubahan strategi pembangunan jangka panjang, yakni strategi transformasi ekonomi pasca migas dan batubara selanjutnya lebih dikenal sebagai Visi Kaltim Maju 2030, mewujudkan pertumbuhan ekonomi hijau yang berkeadilan dan berkelanjutan,” jelasnya.

Strategi tersebut ditentukan bukan tanpa alasan. Karena telah dilakukan penelaahan dan analisis mendalam dari data-data, informasi, serta perkembangan sosial ekonomi Kaltim sejak 1970. Tak ketinggalan, dinamika regional dan global juga digunakan sebagai bahan analisis penetuan strategi ini.

Sebenarnya tak baik terlalu mengingat-ngingat masa lalu, karena bisa jadi mengganggu konsentrasi masyarakat dan pemerintah untuk menatap ke depan. Boleh saja menengok ke belakang sebagai bahan evaluasi dan introspeksi.

“Itulah sebabnya mengapa kaca depan di kendaraan roda empat ukurannya lebih besar daripada kaca spion. Tujuannya supaya kita lebih banyak melihat ke depan dibanding ke belakang,” kata Rusmadi memberi analogi.

Memang walaupun sempat melejit, sektor pertambangan semakin menurun kontribusinya, demikian pula dengan migas beserta industri pengolahannya. Dikaruniai SDA yang berlimpah tentu merupakan suatu berkah. Tetapi, jika tidak dikelola secara arif dan cerdas, kondisinya bisa berbalik menjadi sebuah kutukan.

Harus disadari bahwa pola pembangunan yang mengandalkan sumber daya alam tak terbarukan tidak dapat diteruskan lagi. Masyarakat dapat melirik dan belajar dari beberapa daerah dengan basis ekonomi pertambangan maupun sumber daya tak terbarukan lain. Pada saat sumber daya tersebut nilainya semakin tidak ekonomis atau bahkan habis, maka pengangguran akan merajalela, terjadi gejolak sosial dan kemudian memunculkan permasalahan sosial serta permasalahan lain. 

“Karena itu, Kaltim harus mempersiapkan langkah antisipatif untuk menghindari resiko ini. Umumnya, sektor industri kerap dijadikan kambing hitam dalam kerusakan lingkungan. Sebenarnya tidak demikian asalkan dikembangkan dengan prinsip ramah lingkungan,” jelasnya.

Saat ini telah banyak dilakukan inovasi industri ramah lingkungan, salah satunya integrasi hulu hilir atau konsep zero waste industry. Bagian komoditas yang awalnya hanya sisa atau limbah dapat menghasilkan produk sampingan yang punya nilai ekonomi.

Contoh mudah, pengembangan agrobisnis dari kelapa sawit. Kelapa sawit merupakan tanaman serba guna. Adanya Potensi lahan yang subur, didukung dengan pasokan tenaga kerja yang memadai menjadikan kelapa sawit sebagai harapan perekonomian Kaltim ke depan. Luas perkebunan kelapa sawit di Kaltim 2013 telah mencapai 1 juta hektar.

“Hasil pengolahan di pabrik kelapa sawit yang berupa Crude Palm Oil (CPO) dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti oleochemical dasar sabun, detergen, makanan, bahan makanan tambahan, pelumas, enzim industri dan banyak lagi yang lain. Tentu saja masing-masing produk membutuhkan proses sendiri di pabrik yang berbeda-beda. Bisa dibayangkan berapa tenaga kerja yang terserap jika sektor ini terus dikembangkan hingga sektor hilir,” jelasnya. 

Karena itu, cepat atau lambat semua masyarakat terutama generasi muda akan menghadapi keadaan di mana ketersediaan pangan akan menjadi isu politik dan pertahanan suatu negara. Harapan Pemprov Kaltim sederhana saja, yaitu seluruh masyarakat maupun lulusan Politani Samarinda memahami mengapa harus berbalik arah, mengapa harus banting stir untuk tidak lagi berharap dan bergantung pada sektor-sektor yang tidak dapat diperbarui.  “Saya ingin semuanya melek,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Pendidikan Sigit Muryono mengatakan sebagai bagian dari kaum intelektual, lulusan Politani Samarinda berkewajiban untuk tanggap dan peduli terhadap persoalan pembangunan dan kemasyarakatan, bangsa dan negara. Hal ini diharapkan, karena tantangan yang dihadapi pemerintah tidaklah kecil, khususnya dalam mewujudkan pemerataan keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

”Karena itu, pemerintah sangat memerlukan partisipasi dan dukungan berbagai komponen lain di dalam masyarakat, tidak terkecuali dari lulusan Polteknik Pertanian Negeri Samarinda yang baru diwisuda,” jelasnya.

Politani Samarinda tahun ini meluluskan mahasiswa sebanyak 144 orang dari 6 program studi, antara lain Prodi Budidaya Tanaman Perkebunan 39 orang, Prodi Geoinformatika 16 orang, Manajemen Lingkungan 26 orang, Teknologi Hasil Hutan 23 orang, Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan 11 orang dan Manajemen Hutan 29 orang. (jay/sul/hmsprov)

//Foto: Rusmadi ketika menyampaikan orasi ilmiah kepada wisudawan/wisudawati Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Samarinda. (jaya/humasprov kaltim)

 

Berita Terkait