Rusmadi: Birokrat Profesional Tidak Bisa Berdiri Sendiri

Harus Membangun Komunikasi  yang Baik dan Saling Membantu

SAMARINDA – Pelaksana Tugas Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi MS mengatakan disiplin merupakan roh dan jiwa daripada seorang birokrat profesional. Karena, tidak mungkin seorang birokrat bisa produktif, bisa bertugas sesuai dengan target jika belum bisa melaksanakan sesuatu dengan disiplin.

“Kita hadir disini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan sebuah keputusan/pilihan yang diambil untuk hadir tepat waktu dan ikut apel pagi atau tidak. Sehingga siapapun yang mengikuti apel ini saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi,” kata Rusmadi  saat menjadi pembina pada Apel Pagi di Halaman Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim, Kamis (16/10).

Pada apel pagi yang diikuti oleh Asisten Setprov Kaltim dan Staf Ahli Gubernur bersama dengan seluruh pimpinan SKPD lingkup Pemprov Kaltim, serta jajaran Disdik Kaltim, Rusmadi mengungkapkan seorang birokrat dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari bukan dilihat dari berapa lama waktu hadir di kantor, melainkan berapa banyak output atau seberapa besar produktifitas.

Namun, persoalannya bukan disitu, karena produktif atau tidak itu merupakan kewajiban sebagai seorang aparatur pemerintah. Tetapi sebagai sebuah institusi juga ada aturan. Kebetulan dalam aturan atau Pergub yang berlaku mengatur sampai mengenai absensi harus hadir pada pukul 07.30 pagi dan pulang pada pukul 16.00 sore. Dimulai dengan mengikuti apel hingga melaksanakan rutinitas pekerjaan sehari-hari.

“Jadi seorang yang profesional harus taat dan tunduk dengan peraturan. Persoalan disiplin merupakan yang terpenting. Seberapa besar manfaat ketika kita hadir di kantor, apakah memberikan manfaat atau tidak. Karena tujuan utama kita adalah memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” urainya.

Selain itu, sebut dia, hal yang terpenting ketika menjadi seorang birokrat adalah komunikasi. Salah satu contoh adalah dengan melaksanakan rapat pimpinan yang dirangkai dengan apel pagi dengan berpindah tempat dari satu kantor ke kantor SKPD lainnya setiap bulannya.

“Ini merupakan bench marking. Jadi kita tidak merasa kantor kita hebat tetapi terus melakukan perbaikan. Untuk itu kita harus bisa membuka diri dengan komunikasi,” sebutnya.

Untuk itu, sharing informasi merupakan kunci seorang birokrat profesional untuk menjadi lebih efektif. Karena, bukan jamannya lagi menutup diri. Guna berjalannya roda pemerintahan dan pembangunan dengan baik, antara bidang atau bagian yang lain, termasuk antara SKPD satu dengan lainnya harus saling berkoordinasi dan berkomunikasi melalui sharing informasi.

Selain itu, tambahnya, baik staf ataupun pimpinan SKPD ketika melaporkan progres dari sebuah pekerjaan harus didasari dengan fakta dan data, supaya tidak membingungkan. Jadi tidak bekerja dengan prinsip asal bapak senang (ABS). Karena jika ada masalah, maka akan menanggung resikonya.

“Seorang birokrat profesional harus bisa memosisikan diri. Baik sebagai seorang pemimpin ataupun yang dipimpin. Untuk itu kita harus saling dukung mendukung. Tidak saling menyalahkan. Harus saling mengisi satu sama lain. Karena, sebagai seorang profesional tidak bisa berdiri sendiri, harus saling berkomunikasi,” pungkasnya. (her/es/hmsprov).

///FOTO : Pelaksana Tugas Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi MS saat memberikan pengarahan pada Apel Pagi di Halaman Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim.(fajar/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation