Saat Merin dan Marlon Tersipu Malu

dok.humasprovkaltim

SAMBOJA - Sesekali Merin dan Marlon nampak tersenyum. Meski terlihat malu-malu, ibu dan anak ini tetap muncul dan  menepi. Di tepi, petugas berperahu sudah menaruh beberapa potong buah-buahan (nanas dan pisang), timun dan potongan bambu. 

Marlon yang masih berusia 3,5 tahun, membantu sang ibu, Merin (18 tahun) mengambil jatah makan siang mereka. Sementara di seberang mereka, Anggota Parlemen Kerajaan Norwegia sibuk mengabadikan momen lucu tersebut dan berswafoto dari kejauhan berlatar Merin dan Marlon.

Aktivitas ini adalah kegiatan lanjutan dari kunjungan Duta Besar Kerajaan Norwegia Vegard Kaale dan Anggota Parlemen Kerajaan Norwegia di Samboja Lestari areal Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS).

Sepanjang pemantauan di pulau pra rilis, mereka juga mendengarkan penjelasan dari CEO BOS Foundation, Jamartin.

"Di pulau ini mereka dilatih sebelum dilepasliarkan. Tapi ada juga orangutan yang tidak bisa kita lepasliarkan karena beberapa pertimbangan," kata Jamartin.

Secara keseluruhan yayasan ini mempekerjakan tidak kurang 400 karyawan. Mereka bekerja di beberapa kawasan di Kaltim dan sebagian yang lain di Kalimantan Tengah. Jumlah Orangutan yang mereka rawat diperkirakan berjumlah sekitar 750 orangutan.

Sebelumnya, Gubernur Isran Noor sudah menegaskan bahwa pemindahan ibu kota negara ke Kaltim tidak akan mengganggu orangutan dan habitatnya. 

"Tidak ada orangutan yang menjadi korban. Kita sudah sepakat. Justru kita lestarikan orangutan ini. Tidak ada di dunia mana pun. Tidak jauh dari ibu kota negara, ada orangutan. Hanya ada di sini,"  tegas Gubernur Isran Noor.

Di sini, semua Anggota Parlemen dan Duta Besar Kerajaan Norwegia Vegard Kaale menyempatkan waktu untuk menanam bibit pohon. Mulai rambutan, durian, balangeran dan lainnya. (sul/her/yans/humasprovkaltim

Berita Terkait