Saat Wagub Semobil Bersama Presiden, Hadi Ungkapkan Sosial Kultural Kaltim Sangat Kondusif

ist

SAMARINDA - Sosial kuktural Kalimantan Timur sangat kondusif. Bahkan, terbangun dan sudah terjalin sejak jaman kerajaan. Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi kepada Presiden Joko Widodo. Usai meninjau lokasi calon kawasan pusat pemerintahan di Bukit Soeharto, Selasa (7/5/2019).

Bukti sosial kultur itu menurut Wagub, dari dulu Kaltim sudah ada hubungan diplomatik yang baik antar kerajaan (daerah) yang terjalin sejak lama. Karenanya, hubungan dan keharmonisan sudah terbangun hingga saat ini.

"Saya sampaikan kepada Pak Presiden (Presiden Jokowi). Bahwa di keraton Tenggarong (Kerajaan Kutai) ada gamelan pemberian atau hadiah keraton Kesultanan Jogyakarta," ujarnya saat dihadapan puluhan awak media di Rumah Jabatan Wagub Kaltim Jalan Milono 1 Samarinda, Kamis (9/5/2019).

Selain itu, kawasan Samarinda Seberang merupakan hadiah kerajaan Kutai kepada warga Sulawesi Selatan. Dan wilayah serta masyarakatnya terus berkembang hingga saat ini. "Masih banyak bukti-bukti lain yang menyatakan Kaltim dari jaman kerajaan sudah terjalin hubungan diplomatik yang baik dengan daerah lain," jelas mantan legislator Karang Paci dan Senayan ini.

Hadi mengakui dirinya juga jelaskan kepada Jokowi. Bahwa Kaltim tidak pernah terjadi kerusuhan atau konflik masyarakat seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara.

Mendengar penjelasan Wagub Hadi itu, Presiden Jokowi mengapresiasinya. "Pak Presiden akui itu merupakan nilai sangat positif. Kondisi ini harus terus terjaga dan terpelihara," ungkapnya.

Lebih lanjut suami dari Hj Erni Makmur ini juga mengisahkan pengalaman hidup keluarganya. Dimana pernah tinggal orang non muslim seperli layaknya anggota keluarganya. "Saya sampaikan pernah tinggal bersama keluarga kami orang non muslim. Bahkan dua kali. Yakni nasrani dan katolik. Ada dari sekolah SPG (pendidikan guru setingkat SMA) hingga kuliah bahkan lulus sarjana dan menjadi kepala sekolah," beber Hadi.

Keadaan itu ujar Wagub, menunjukkan bahwa sejak lama keluarga juga masyarakat Benua Etam yang dikenal heterogen tapi hidup dengan toleransi yang tinggi.(yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation