Safari Ramadhan Shinta Nuriyah Gus Dur "Pemimpin Itu Harus Mau Berbaur dengan Rakyat"

Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid dan Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi saat buka bersama di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, Minggu (11/6). Pemimpin itu harus bisa berbaur dengan rakyat. (FAJAR/HUMASPROVKALTIM)

 

SAMARINDA - Untuk kedua kalinya istri Presiden ke-4 RI, Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid berkunjung ke Kaltim. Kunjungan terkini dilakukan istri mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu dalam rangka Safari Ramadhan 1438 H. Dalam tausiahnya Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid mengingatkan para pemimpin daerah agar mau berbaur bersama masyarakat dengan berbagai cara. Masyarakat harus didengar dan dilihat langsung kondisinya agar pemimpin bisa merumuskan program yang baik dalam pembangunan menuju kesejahteraan yang lebih merata.

 

Di bulan Ramadan misalnya, pemimpin bisa lebih sering melakukan sahur dan berbuka bersama dengan masyarakat. Diungkapkan Shinta Nuriyah program sahur bersama sudah dirintis sejak 17 tahun lalu, ketika Ia masih mendampingi almarhum Gus Dur sebagai presiden. "Setiap bulan Ramadan, saya sering sahur bersama mbok-mbok bakul di tengah pasar ataupun para kuli bangunan di bawah kolong jembatan. Saya juga biasa sahur dengan para pengamen dan kelompok-kelompok masyarakat termajinalkan," kata Shinta Nuriyah saat buka bersama dengan anak yatim dan masyarakat Samarinda di Masjid Baitul Muttaqien  Islamic Center Kaltim, Minggu, (11/6).

 

Selain mengingatkan para pemimpin, Shinta Nuriyah juga memberi pujian atas kedamaian yang tercipta sangat baik di Kaltim. Di Kaltim, dia melihat kerukunan dan toleransi dalam melaksanakan ibadah agama berjalan baik dengan saling menghormati, saling mengasihi. Sikap-sikap yang baik itu melahirkan persatuan dan kesatuan yang kokoh. "Selain toleransi, hal yang juga perlu dijaga adalah kebhinekaan. Karena biarpun kita berbeda suku, agama, bahasa, serta kebudayaan,  tetapi perbedaan itu akan menjadi pemersatu antara satu dengan lainnya dan itu sudah diakui oleh seluruh bangsa di dunia," yakin Shinta Nuriyah.

 

Dia juga memberikan imbauan agar masyarakat Kaltim tetap  menjaga kerukunan beragama. Kehidupan umat beragama di Kaltim berlangsung dengan baik,  dimana semua pemeluk agama dapat menjalankan ibadah dan kewajiban-kewajiban agamanya dengan aman dan damai, tanpa gangguan dari pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

 

Sementara itu, Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi mewakili Gubernur Kaltim, mengatakan meskipun masyarakat Kaltim adalah masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai kelompok dengan latar belakang berbeda-beda baik suku, ras, agama dan budaya, namun kehidupan umat dan antarumat beragama di Kaltim berlangsung  harmonis. Terlebih lagi kini sudah terbentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

 

Selain FKUB, diantara upaya Pemprov Kaltim dalam memelihara, menjaga dan mengawal kerukunan yaitu dengan memberdayakan sejumlah forum kerukunan seperti Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Komunikasi Persaudaraan Masyarakat Kaltim, (KPMKT), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dan Forum Komunikasi Pengusaha Kaltim (FK-PKT). "Sehingga setiap permasalahan yang bernuansa pertentangan suku, agama ras dan antar golongan (SARA), tindakan radikal dan anarkis yang menyimpang di dalam masyarakat dapat diantisipasi sejak dini dan ditanggulangi secara cepat dan optimal dengan hasil yang baik," kata Rusmadi.

 

Buka bersama dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Setprov Kaltim Hj Meiliana, Ketua PBNU Kaltim KH M Rasyid beserta jajarannya, Rektor UNU Kaltim Farid Wadjdy,   ketua dan pengurus Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Kaltim, serta ratusan anak yatim dan masyarakat Samarinda. (mar/sul/es/humasprov)

 

Berita Terkait
Government Public Relation