Samakan dengan Papua, Gubernur Minta Satu Harga BBM untuk Perbatasan

 

SAMARINDA - Sebagai provinsi yang memiliki wilayah sangat luas dengan kawasan perbatasan dan daerah terpencil, Kaltim diharapkan mendapat perlakuan yang sama dari Pertamina, khususnya terkait harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium.

Tuntutan ini ditegaskan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak ketika menghadiri serah terima aset dan personel dari Pemprov Kaltim ke Pemprov Kaltara, Jumat lalu.

Awang meminta, agar Pertamina dapat memberikan harga yang sama kepada Provinsi Kaltim, seperti diterima Provinsi Papua. Artinya, harga BBM jenis premium dan solar menjadi satu harga terutama di wilayah perbatasan.

Harapan Gubernur Awang Faroek Ishak sangat beralasan, karena Kaltim juga memiliki wilayah perbatasan dan merupakan daerah penghasil minyak dan gas (migas) bumi, sehingga wajar jika satu harga BBM disamakan dengan yang diterima masyarakat Papua.

“Mereka yang berada di wilayah perbatasan harus mendapatkan perhatian yang istimewa. Hal ini saya sampaikan juga kepada Direktur Pertamina, agar Kaltim maupun Kaltara khususnya wilayah perbatasan mendapatkan satu harga BBM yang sama. Jangan hanya Papua yang diberikan,” kata Awang Faroek Ishak.

Gubernur menyebutkan, aspirasi itu telah disampaikan kepada Direktur Pertamina baru-baru ini di Jakarta. Diharapkan, dengan harga yang sama dapat membantu masyarakat perbatasan menjalankan usaha tanpa biaya yang tinggi.

Seharusnya, harga premium Rp6.450 dan solar Rp5.150 per liter.  Menurut Awang, harga tersebutlah yang diharapkan dapat diterima masyarakat di wilayah perbatasan. “Okelah Kaltim tidak menuntut Otonomi Khusus, tetapi berikan Kaltim harga yang sama khususnya di wilayah perbatasan untuk harga BBM. Semoga Presiden Joko Widodo mendengarkan ini,” tegas Awang.

Penegasan ini disampaikan Gubernur karena hingga saat ini harga premium eceran di perbatasan dan daerah terpencil bisa mencapai Rp20.000 hingga Rp30.000  per liter. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation