SBY Beri Sinyal MP3EI Dilanjutkan

SBY Beri Sinyal MP3EI Dilanjutkan

 

BALIKPAPAN-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan agar   proyek-proyek pembangunan dalam Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dapat dilanjutkan pada masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - Yusuf Kalla. Dalam pandangan SBY, implementasi MP3EI telah memberikan kemajuan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

Saat digelar Refleksi 3 Tahun Pertama Implementasi MP3EI di Jakarta, 5 September lalu, Presiden SBY bahkan secara khusus mengundang Presiden Terpilih Joko Widodo agar mengetahui lebih dalam konsep besar pembangunan nasional yang dikemas dalam cetak biru (blue print) dan agenda MP3EI 2011 - 2025. Saat itu, secara umum, para gubernur berharap agar program MP3EI yang dibagi dalam 6 koridor di Indonesia itu dapat dilanjutkan.

"Kesimpulannya, 6 koridor MP3EI sudah berjalan sesuai rencana, on the right track dan kemajuannya nyata. Pada kesempatan itu, para gubernur juga menginginkan agar percepatan perluasan pembangunan ini tetap dijaga dan dilanjutkan," kata SBY saat meresmikan proyek-proyek MP3EI di terminal baru Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Senin (15/9). Enam koridor MP3EI itu adalah Koridor Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara serta Maluku dan Papua.  

Alasan SBY secara khusus mengundang Presiden Terpilih Jokowi saat itu, juga dimaksudkan agar Jokowi dan pemerintahannya nanti memahami konsep besar pemerintahan Indonesia Bersatu membangun Indonesia ke depan.

Disebutkan SBY, pemerintah memang sudah memiliki Rencana Pembangunan Jangka Panjang (25 tahun), Rencana Pembangunan Jangka Menengah (5 tahun) dan Rencana Kerja Pemerintah (1 tahun) yang kemudian dijabarkan dalam APBN dan APBD. Namun itu saja tidak cukup. Sebab itu, dibuatlah MP3EI dan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan (MP3K).

"Inilah dual track pembangunan nasional kita. Alhamdulillah, dengan dokumen strategis pembangunan ditambah dual track tadi, kita sudah bisa melakukan tindakan nyata, bukan hanya rencana untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperluas pembangunan ekonomi di semua daerah di Tanah Air," beber SBY.

Hal lain yang diutarakan SBY, antara lain korelasi MP3EI dan partisipasi swasta dan BUMN. Diuraikannya, dengan luas wilayah Indonesia dan terdiri dari kepulauan-kepulauan, maka tidak mungkin membangun infrastruktur jika hanya mengandalkan APBN atau APBD. Pasti tidak cukup. Oleh karena itu, partisipasi swasta, BUMN dan BUMD sangat diharapkan.

SBY mencatat, sampai 2025 diprediksi diperlukan anggaran 4.700 triliun untuk pembangunan. Setelah dikalkulasi, 40 persen bersumber dari swasta, diutamakan swasta dalam negeri. 25 persen dari BUMN yang sebagian dari itu berasal dari BUMD. APBN hanya 15 persen. Sisanya patungan, pemerintah, BUMN dan swasta.

"Kalau APBN dihabiskan untuk infrastruktur, maka itu juga tidak baik untuk alokasi pendidikan, kesehatan dan pengurangan kemiskinan. Itulah konsep besar kita. Itulah strategi cetak biru pembangunan Indonesia," lanjut SBY.

Selain itu, Presiden SBY juga menyinggung pentingnya penyiapan sumber daya manusia (SDM) atau human capital yang lebih maju, unggul dan berdaya saing. Menurut SBY,  MP3EI juga harus didukung dengan penyiapan human capital yang tepat. "Sebab itu, sangat tepat jika program MP3EI mengarahkan proyeknya untuk pembangunan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) di Tenggarong," tegasnya. (tim humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation