Sebagian Besar Warga Dukung Masjid Pemprov

M Sa'bani saat memimpin rapat. (yuvita/humasprovkaltim)

SAMARINDA - Informasi terbaru terkait pembangunan Masjid Pemprov Kaltim di Lapangan Kinibalu muncul dari pertemuan antara Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda, Jumat (3/8). Lurah Kelurahan Jawa Idfi Septiani yang hadir dalam rapat tersebut mengungkapkan fakta bahwa sebagian besar masyarakat setempat mendukung rencana pembangunan masjid tersebut.

Dalam rapat yang dipimpin Plh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kaltim M Sa'bani,  Lurah Idfi Septiani mengungkapkan dari 40 RT di Kampung Jawa,  sekitar 13 RT awalnya memberikan penolakan. Namun sejak Januari hingga Juni tahun ini, dirinya sowan ke seluruh Ketua RT untuk mengetahui secara lebih dekat sikap masyarakat terkait pembangunan masjid ini "Setelah saya sowan ke para Ketua RT secara bertahap dari Januari sampai Juni tahun ini, pada dasarnya semua ingin ikut rencana pemerintah," ungkap Idfi.

Lebih jauh dibeberkan Idfi, dari 13 Ketua RT yang awalnya menolak, ternyata 9 Ketua RT menyatakan mendukung pembangunan masjid. Tinggal 4 Ketua RT yang masih menolak.

Alasan mereka menolak ketika itu sebut Idfi karena umumnya mereka merasa tidak nyaman untuk menolak karena berada dalam satu lingkungan. Padahal sebenarnya mereka sangat mendukung pembangunan masjid yang lebih representatif tersebut. Saat kunjungan ke RT-RT, Lurah Idfi datang bersama jajaran Babinsa, Babinkamtibmas, Linmas dan pihak terkait lainnya. "Kami lakukan dengan pendekatan secara lisan dan tertulis. Dari 9 RT itu semua sudah ada pernyataan tertulis untuk ikut rencana pemerintah. Sudah ditandatangani lengkap dengan stempelnya," ungkap Idfi Septiani.

Staf Ahli Walikota Samarinda Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Sucipto Wasis langsung memberikan respon cepat setelah mendengarkan penjelasan Lurah Kelurahan Jawa tersebut. "Setelah rapat ini kami akan langsung menghadap Pak Walikota. Semuanya sudah jelas. Ternyata hanya ada 4 RT yang masih menolak. Itupun mungkin tidak semua. Mungkin perlu pendekatan lagi, apa maunya," kata Sucipto Wasis. "Mudah-mudahan Pak Walikota bisa segera mengeluarkan kebijakan agar pembangunan tetap bisa dilanjutkan, sementara surat menyusul. Mudah-mudahan semua mendapat berkah dari Allah SWT," tandasnya.

Sementara Plh Asisten Pemerintahan dan Kesra M Sa'bani mengatakan ada kemajuan yang terungkap dari hasil pertemuan kemarin. Yang pasti lanjut Sa'bani usulan ijin pembangunan masjid sudah tercatat di DPPTSP Samarinda dan tinggal melengkapinya dengan  persetujuan FKUB Samarinda. "Setelah rapat ini Staf Ahli Walikota bersama camat dan lurah akan langsung menghadap Walikota Syaharie Jaang. Mudah-mudahan bisa segera diselesaikan dan pembangunan bisa segera dilanjutkan. Pak Walikota pasti akan mengundang FKUB Samarinda untuk menyelesaikan masalah ini," kata Sa'bani.

Dia juga mendapatkan kabar FKUB Samarinda sebenarnya sudah siap memberikan rekomendasi sepanjang didukung dengan dokumen-dokumen yang diperlukan, termasuk persetujuan dari para Ketua RT. Jika melihat penjelasan Lurah Kelurahan Jawa Idfi Septiani, maka persyaratan itu tidak akan sulit diperoleh karena sebagian besar warga setempat sangat mendukung pembangunan masjid tersebut. 

Masjid yang representatif, luas, nyaman dan sejuk diharapkan membantu ibadah solat masyarakat sekitar, para pegawai sejumlah kantor dan lembaga pendidikan  sekolah dasar yang berada tidak jauh dari lokasi masjid. Hingga Jumat kemarin dilaporkan progres pembangunan masjid tersebut sudah mencapai 21 persen. (sul/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation