Sejak 2009 Pemprov Kucurkan Rp119 Miliar Untuk Samarinda
Untuk Kegiatan Semenisasi Jalan dan Gang serta Drainase Lingkungan
 
SAMARINDA–Pemprov Kaltim berkewajiban untuk ikut menata dan membenahi Kota Samarinda sebagai ibukota provinsi menjadi kota metropolis, pusat perdagangan dan jasa, sekaligus  sebagai pusat pemerintahan di Kaltim. Perhatian untuk pembangunan Kota Samarinda sudah ditunjukkan selama periode kepemimpinan Gubernur Awang Faroek Ishak  sejak 2009-2013.
Dalam rentang waktu tersebut salah satu yang menjadi perhatian Pemprov adalah  pembangunan infrastruktur jalan diantaranya peningkatan jalan, drainase lingkungan dan semenisasi gang. Untuk ketiga kegiatan tersebut Pemprov sejak 2009 telah mengalokasikan sekitar Rp119,043 miliar melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi ke Kota Samarinda.
“Bantuan keuangan yang diberikan Pemprov ke kabupaten/kota sudah sangat proporsional, termasuk untuk Samarinda. Sebagai ibukota provinsi, infrastruktur jalan di Samarinda harus bagus untuk menunjang kegiatan perekonomian, pemerintahan dan masyarakat,” ujar Gubernur Awang Faroek Ishak, belum lama ini.
Dimulai pada 2009, Pemprov mengalokasikan bantuan keuangan sekitar Rp6,2 miliar ke Samarinda. Dana bantuan keuangan tersebut digunakan untuk peningkatan jalan Padat Karya Bengkuring  Rp 3 miliar, peningkatan Jalan Perum Griya Mukti Sejahtera Gunung Lingai Rp1,75 miliar, peningkatan prasarana dasar Perumnas Bengkuring Rp1 miliar dan peningkatan jalan Gang 17 Jalan AW Syahranie Rp450 juta.
Selanjutnya, pada 2010 Pemprov kembali memberikan bantuan keuangan ke Samarinda senilai Rp3 miliar. Dana tersebut digunakan untuk kegiatan peningkatan sarana dan prasarana permukiman Jalan Gunung Lingai Rp1 miliar, peningkatanan sarana dan prasarana permukiman Perum Sambutan Permai Rp1 miliar dan peningkatan jalan akses Kampus Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Rp1 miliar.
Kemudian, pada 2011 alokasi bankeu Pemprov ke Samarinda meningkat menjadi Rp11,3 miliar. Digunakan untuk kegiatan pemeliharaan jalan lingkungan pergudangan Rp10 miliar, peningkatan jalan lingkungan Perumahan Sambutan Idaman Permai Rp1 miliar, perbaikan Jalan KH Wahid Hasyim Gang Sepakat Rp170 juta dan Gang Kubur Rp130 juta.
Sementara pada 2012, Pemprov terus meningkatkan perhatian kepada Samarinda. Terbukti anggaran bankeu yang dialokasikan meningkat pesat, yaitu sekitar Rp41,703 miliar. Bankeu tersebut digunakan Pemkot Samarinda diantaranya untuk kegiatan peningkatan Gang Masyarakat Jalan Gunung Lingai Rp750 juta dan peningkatan Jalan Pangeran Bendahara Gang Karya Muharram Samarinda Seberang Rp2 miliar.
Semenisasi badan jalan RT 78, 79 dan 104 Jalan Sentosa Rp1 miliar, rehabilitasi Jalan Padat Karya Sempaja Selatan Gang Pelangi, Gang Karya, Gang Wahyu dan Gang Rambutan Rp1,4 miliar, peningkatan Jalan Jayakarta Kelurahan Rawa Makmur Rp500 juta, peningkatan Jalan Rambutan RT 46 Bukuan Rp613,115 juta, rehabilitasi Jalan Mujahidin-Adam Malik 2 Rp 2 miliar dan perbaikan Jalan Padat Karya Sempaja Rp1 miliar.
Selanjutnya, peningkatan jalan lingkungan yang tersebar di Kecamatan Palaran Rp18,450 miliar, peningkatan Jalan Muang Dalam RT 35 Kampung Bugis dan RT 47 Kelurahan Lempake Rp2 miliar. Peningkatan jalan lingkungan permukiman kota Samarinda yang tersebar lainnya Rp7,61 miliar.
Perbaikan Jalan Wahid Hasyim Gang Rimba, Gang Sungai 1 dan 2, Gang Damai, Gang Wahyu Dalam dan Jalan Batu Cermin Gang Bambu Kuning di Kelurahan Sempaja Rp3,380 miliar. Peningkatan Jalan Lingkungan Perumahan Bengkuring Samarinda Utara Rp1 miliar.
Sedangkan pada 2013, Pemprov telah mengalokasikan bankeu senilai Rp56,840 miliar ke Samarinda, yang telah digunakan Pemkot Samarinda diantaranya untuk kegiatan pembangunan jalan lingkungan Jalan Delima Dalam blok C, D, E dan F sebesar Rp2 miliar. Pembangunan jalan lingkungan Jalan AW Syahranie Gang 45 Gunung Kelua Rp2 miliar. Pembangunan jalan di RT 1, 2, 8, 9, 11, 12, 14 dan 15 di Bukuan-Palaran Rp1,5 miliar.
Selanjutnya, peningkatan Jalan Suparno Gang Rahmat Rawa Makmur Rp500 juta. Pembangunan dan peningkatan jalan dan drainase lingkungan kawasan Samarinda Seberang, Sempaja dan Samarinda Utara Rp5,115 miliar, pembangunan dan peningkatan jalan dan drainase lingkungan kawasan Sungai Kunjang dan Sungai Pinang Rp10,480 miliar.
Pembangunan dan peningkatan jalan dan drainase lingkungan di Kecamatan Sambutan dan Samarinda Ilir Rp3,53 miliar. Pembangunan dan peningkatan jalan dan drainase lingkungan di Kecamatan Sungai Pinang Rp1,92 miliar. Pembangunan dan peningkatan jalan dan drainase lingkungan di Kecamatan Loa Janan Ilir Rp1,68 miliar. Pembanungn dan peningkatan jalan dan drainase lingkungan di Kecamatan Samarinda Ilir Rp26,615 miliar.
“Kegiatan tersebut belum termasuk program pengendalian banjir di Samarinda yang nilainya sekitar Rp600 miliar, serta sejumlah proyek strategis seperti Convention Hall, Bandara Samarinda Baru (BSB), Jembatan Mahkota II dan Jembatan Mahakam Kembar. Kita akan dukung penuh Samarinda menjadi pusat kawasan industri perdagangan dan jasa di Kaltim,” pungkasnya. (her/hmsprov)
 
Foto : Gubernur Awang Faroek Ishak dan Sekprov Kaltim saat meninjau pembangunan sejumlah jalan di Samarinda yang didanai melalui APBD Provinsi, beberapa waktu lalu. Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail mendampingi Gubernur Awang Faroek dalam peninjauan tersebut. (dok/humasprov)
 

 

Berita Terkait