Sejumlah Kawasan Sentra Pertanian Kaltim Tetap Panen

Kemarau Tidak Pengaruhi Musim Tanam

SAMARINDA – Sejumlah kawasan sentra pertanian di Kaltim tetap panen padi, meskipun dalam kondisi kemarau, terbukti panen padi telah dilakukan di Desa Simpang Pasir Kecamatan Palaran dan Kecamatan Anggana Samarinda, Desa Marangkayu Kecamatan Muara Badak, Desa Loa Gagak Kecamatan Loa Kulu dan  Desa Separi L2 Kecamatan Tengarong Seberang Kutai Kartanegara.

Sebelumnya juga pada periode April telah dilakukan panen di Kabupaten Berau bahkan dihadiri dan ikut melakukan panen raya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Termasuk di beberapa sentra produksi padi di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Dalam upaya mengatasi kemarau panjang berakibat pada kekurangan pasokan air, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan) Kaltim bersama instansi terkait di kabupaten khususnya sentra-sentra produksi pertanian mencari sumber-sumber air.

“Makanya dengan kemarau ini kami mencari sumber-sumber air  guna mengairi sawah-sawah yang sudah ditanami agar tidak stagnan bahkan berakibat kekeringan pada tanaman padi,” kata Kepala Distan Kaltim H Ibrahim.

Menurut Ibrahim, upaya mencari sumber-sumber air lebih diutamakan pada sawah-sawah yang sudah masuk periode hampir panen, sehingga kemarau panjang ini tidak sampai merusak bahkan mematikan tanaman padi yang sudah masuk masa panen.

Selain mencari sumber-sumber air guna mengaliri sawah-sawah yang terkena imbas kemarau panjang. Distan Kaltim bersama instansi terkait di daerah mengoptimalkan irigasi yang sudah terbangun di kawasan-kawasan persawahan.  

Ibrahim mengakui musim kemarau yang cukup panjang di tahun 2015 ini ternyata mampu memberikan imbas terhadap pertumbuhan tanaman padi. Walaupun tidak sampai berakibat fatal atau mengakibatkan tanaman fuso.

“Ada terjadi kekeringan sekitar dua ribu hektar namun yang mengalami masalah hanya sekitar dua ratusan hektar khususnya di wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Karena sawah mengandalkan tadah hujan sementara tidak ada sumber air dan irigasi,” jelasnya.

Ibrahim menambahkan musim kemarau atau El Nino ini sudah diprediksikan namun sifatnya masih  moderat tidak berat. Apabila, periode Oktober dan November terjadi hujan maka diharapkan petani segera mengolah tanah untuk melakukan penanaman kembali.

Angka ramalan (Aram) 2015 akan terjadi peningkatan untuk produksi padi sekitar 30 ribu ton dari tahun 2014. Tahun ini Kaltim memperoleh dukungan pengembangan dan pembangunan jaringan irigasi sekitar 43 ribu hektare dan 20 unit alsintan serta pompa air dan jalan tani.(yans/sul/es/hmsprov).

 

///FOTO : Hamparan tanaman padi  sawah di Kaltim yang siap panen.(dok/humasprov)

 

 

Berita Terkait
Government Public Relation