Kalimantan Timur
Sekolah Pantai Berau Juara I Nasional

Tanam Mangrove untuk Jaga Keseimbangan Ekosistem

SAMARINDA - Kegiatan Sekolah Pantai Indonesia (SPI) yang merupakan program dari Direktorat Pesisir dan Lautan Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2015 diimplementasikan dengan sangat baik oleh Pemprov Kaltim. SMKN 3 Berau, yang ditunjuk oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim sebagai pelaksana kegiatan SPI sejak 12 Oktober 2015 berhasil menjadi Juara I SPI Nasional. 

Kebanggaan ini berhasil diraih oleh SMK yang terletak di Kampung Tanjung Batu Kecamatan Pulau Derawan tersebut pada 24-25 Nopember 2015 lalu dalam acara Launching SPI dan Penganugerahan SPI yang dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta. Hal ini dilaksanakan untuk memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan SPI dengan hasil terbaik. Selain Kaltim, sekolah lain dari Daerah Istimewa Yogjakarta dan Provinsi Jawa Barat berhasil menjadi juara II dan III. 

“Kami sangat bangga karena sekolah pantai yang kita bina bersama mendapatkan penghargaan tingkat nasional,” sebut Ketua DKP Kaltim Dr Nursigit, didampingi Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dan Pengawasan SDI, H Mukhransyah. 

SPI dilaksanakan sebagai bentuk penyadaran masyarakat usia dini yang dikembangkan dengan melibatkan instansi pemerintah, akademisi dan pemerhati lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan di 15 provinsi se-Indonesia. 

 “Dalam kegiatan ini, para siswa diberikan pengetahuan secara teori dan melakukan praktek lapangan sehingga diharapkan dapat memahami hal-hal mendasar tentang ekosistem pesisir, manfaat serta pengaruhnya bagi kehidupan sehari-hari,” sambung Nursigit. 

SMKN 3 Berau dipilih sebagai sekolah untuk pelaksanaan SPI di Kaltim bukan tanpa alasan. Sekolah ini terletak di pesisir yang rentan abrasi dan kerusakan ekosistem, seperti rusaknya habitat ikan, terumbu karang, abrasi dan kerusakan ekosistem lainnya.

 “Masyarakat harus tahu bahwa hidup di pesisir pantai, hal yang paling penting untuk dijaga adalah ekosistem pesisir itu sendiri, karena mereka menggantungkan kehidupan mereka di sana. Karena itulah, melalui SPI, diharapkan ekosistem bisa terus terjaga” tegasnya.

Pelaksanaan kegiatan SPI ini dilakukan dengan cara implementasi 4A yaitu: Amati, Analisa, Ajarkan dan Aksi. Dalam hal ini SPI Kaltim memilih ekosistem mangrove sebagai implementasi 4A. Penanaman mangrove telah dilakukan oleh SMKN 3 Berau bersama dengan Pemprov Kaltim dan Pemkab Berau pada Oktober lalu. Kegiatan sekolah pantai ini berlangsung hingga sekarang dan diharapkan agar menjadi kurikulum sekolah. (aka/sul/hmsprov)

//Foto: Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak ketika meninjau SMKN 3 Berau, yang ditunjuk oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim sebagai pelaksana kegiatan SPI. (dok/humasprov kaltim).

 

 

Berita Terkait