Seminar dan Workshop HKN ke-51 Tahun 2015

Momentum Perubahan Mencapai Prestasi Terbaik

 

SAMARINDA - Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-51 Tahun 2015 diharapkan dapat menjadi momentum untuk melakukan perubahan dan mencapai prestasi terbaik dengan melakukan aksi, yakni cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup dan kelola stress (Cerdik).

Upaya demikian adalah salah satu edukasi yang harus dilakukan di berbagai lingkungan masyarakat mulai dari sekolah, rumah tangga, tempat kerja, tempat ibadah dan tempat-tempat umum lainnya.

”Diharapkan momentum HKN ke-51 tahun ini dapat memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus berprilaku hidup sehat, sehingga ke depan kualitas hidup masyarakat terus meningkat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim dr Rini Retno Sukesi ketika seminar dan workshop HKN ke-51 di Samarinda, pekan lalu.

Mewujudkan prestasi terbaik melalui program kesehatan di daerah, juga tidak lepas dengan cara melakukan pencegahan penyakit tidak menular diiringi dengan gerakan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Caranya, masyarakat diminta aktif datang ke posyandu, selalu memberikan ASI eksklusif, cuci tangan pakai sabun, memberantas jentik, tidak merokok dan menjaga lingkungan untuk mencegah berbagai timbulnya penyakit menular.

Selain itu, sesuai Nawa Cita butir kelima, Kementerian Kesehatan telah berkomitmen untuk mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan dan kesehatan.

Ada tiga pilar Program Indonesia Sehat, yakni pertama paradigma sehat dilakukan dengan strategi pengarusutamaan kesehatan dalam pembangunan kesehatan, penguatan promotif, peventif dan pemberdayaan masyarakat. Kedua, penguatan pelayanan kesehatan, dengan cara strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan, optimalisasi sistem rujukan, intervensi berbasis risiko kesehatan. Ketiga jaminan kesehatan nasional (JKN) melalui Kartu Indonesia Sehat, dilakukan dengan strategi perluasan sasaran dan benefit serta kendali mutu dan kendali biaya.

Dari tiga pilar tersebut, ada beberapa tugas utama Pemprov Kaltim untuk mendukung pertumbuhan kesehatan masyarakat, yakni penyediaan air bersih, sanitasi rumah tangga, ketahanan pangan, perilaku masyarakat terkait merokok dan pola makan masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

”Kita harap ini dapat terselesaikan. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan serta akses informasi memungkinkan untuk mengetahui timbulnya penyakit baru dan munculnya berbagai jenis pengobatan dan obat yang belum teruji keamanannya,” jelasnya.

Apalagi, beberapa waktu lalu daerah ini dihadapkan pada situasi asap kebakaran hutan dan lahan yang tidak hanya berdampak jangka panjang yang akan timbul sebagai akibat kebakaran hutan di beberapa wilayah di Indonesia.

Karena itu, melalui seminar kesehatan ini diharapkan pengetahuan para peserta yang terdiri dari perawat dan apoteker dapat bertambah, sehingga para perawat dan apoteker termotivasi dalam menyukseskan program pembangunan kesehatan di daerah. (jay/sul/es/hmsprov)

Berita Terkait