Sensus Ekonomi 2016 Capai 99,99 persen

SAMARINDA - Pelaksanaan pendataan Sensus Ekonomi oleh petugas pendataan dari BPS Kaltim 1-31 Mei telah berakhir dan terealisasi sebesar 99,99 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Habibullah mengatakan bahwa hasil pendataan yang dilakukan oleh para petugas selama satu bulan tersebut telah berjalan maksimal.

"Semua petugas sudah turun ke lapangan. Bahkan, para petugas melakukan penyisiran pada usaha yang buka malam hari. Hasilnya telah tercapai 99,99 persen," kata Habibullah pada Jumat (3/6) di Kantor BPS Kaltim.

Menurutnya pencapaian pendataan oleh petugas Sensus Ekonomi sudah sangat baik karena berada diatas rata-rata nasional yang mencapai 98,33 persen. Apalagi, penyebaran petugas pendataan bukan hanya di Kaltim. Tetapi, juga termasuk wilayah Kaltara. Untuk Kaltara sudah mencapai 100 persen dan wilayah Kaltim sudah mencapai 99,97 persen.

"Berdasarkan pendataan di setiap kabupaten/kota, hanya Bontang dan Kutai Timur yang belum mencapai 100 persen. Untuk Kota Bontang mencapai 99,74 persen dan Kabupaten Kutim mencapai 99,84 persen," katanya.

Mengenai jumlah usaha yang telah terdata, Habibullah menyebutkan, bahwa yang telah terdata sebanyak 285.110 unit usaha mikro, kecil, sedang dan besar. Rinciannya yakni untuk Kaltara sebanyak 42.940 unit usaha dan Kaltim sebanyak 242.170 unit.

"Jumlah usaha tersebut masih terus akan bertambah seiring masih diselesaikannya proses pendataan di Kutim dan Bontang," katanya.

Penyebab belum mencapai 100 persen disinyalir belum terdatanya sejumlah usaha yang bukanya pada malam hari seperti jasa hiburan malam, penjualan makanan dan minuman, tukang tambal ban dan masih belum lengkapnya isian dokumen dari perusahaan besar dan sedang karena untuk isian dokumen masih menunggu dari kantor pusat serta faktor lainnya.

"Selain itu juga masih terjadi pada responden yang enggan menerima petugas, memberikan jawaban yang ragu-ragu dan takut-takut, tidak mau di data usahanya karena takut pajak, isian yang belum lengkap karena usahanya tidak memiliki catatan keuangan baik sehingga meragukan pengisian pendapatan dan pengeluaran. Bukan itu saja, disinyalir juga petugas terpaksa tidak mendata karena penghuni kosong atau pada malam hari baru ada dirumah, serta lain sebagainya," katanya.

Untuk itu, BPS Kaltim telah meminta kepada petugas pendataan untuk melakukan verifikasi ulang agar tidak ada yang tidak terdata dalam Sensus Ekonomi ini hingga 15 Juni mendatang.

"Dua minggu ini kita minta verifikasi ulang kebenaran datanya. Kita turun lagi dan jangan sampai ada yang terlewati," katanya.

Habibullah menghimbau kepada masyarakat agar dapat memahami kalau petugas masih terlihat di lapangan untuk melengkapi data yang dirasa masih belum lengkap, terlewat data dan lainnya agar diterima dengan baik. Sementara, kepada perusahaan yang masih dikunjungi ulang oleh petugas itu dikarenakan masih terdapat isian yang belum lengkap.

"Oleh karena itu, mohon bantuan untuk membantu melengkapinya sebab sensus ekonomi 2016 ini bersifat data mikro yang kegunaanya untuk kebijakan pemerintah yang bersifat lebih rinci dan operasional guna pembangunan ekonomi yang lebih baik," katanya. (rus/sul/humasprov).

Berita Terkait