Sepakbola Harus Jadi Industri Olahraga yang Membanggakan

Sepakbola Harus Jadi Industri Olahraga yang Membanggakan

 

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak meminta jajaran pengurus cabang olahraga (cabor) serta lembaga/instansi terkait bersama masyarakat, khususnya untuk cabor sepakbola agar turut serta mengembangkan cabor ini di lingkungan masyarakat sejak dini.

Hal itu dapat diwujudkan dengan menyelenggarakan kejuaraan sepakbola sesuai kelompok umur baik di tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten hingga provinsi. Cara ini akan sangat efektif untuk melahirkan bibit-bibit muda potensial, sehingga akan lahir pesepakbola asal Kaltim yang berkualitas dan menjadi harapan masa depan.  

Sebagai salah satu cabor yang merakyat, sepakbola dimainkan masyarakat baik di perkotaan, pedesaan hingga pedalaman dan perbatasan. Sekalipun demikian sepakbola ini perlu terus ditumbuhkembangkan melalui kejuaraan-kejuaraan tingkat daerah.

“Seiring dengan perkembangan sepakbola yang mengarah pada orientasi bisnis, maka diharapkan ke depannya setiap even yang dilaksanakan dapat mendorong terciptanya sepakbola sebagai sebuah industri. Oleh karena itu peran serta jajaran pemerintah, KONI, Pengurus Provinsi PSSI, serta pihak swasta (sponsor), hendaknya dapat dioptimalkan guna mewujudkan hal itu dengan secara rutin menggelar even-even sepakbola,” kata Awang Faroek.

Awang Faroek mengatakan untuk mencapai prestasi puncak pada cabor sepakbola dengan target tertentu merupakan hal yang tidak mudah, karena dalam olahraga selain berlatih keras, juga diperlukan dana yang tidak sedikit. Sehubungan dengan itu, diharapkan kepada semua pihak, utamanya kepada pengusaha, pelaku bisnis maupun perusahaan/industri swasta yang beroperasi di Kaltim untuk berpartisipasi atau berperan aktif guna memajukan olahraga di Kaltim.

“Seberapa besar atau kecilnya dukungan dan sumbangan yang diberikan, tentu akan memberikan arti yang sangat besar bagi perkembangan dan kemajuan persepakbolaan dan olahraga di Kaltim,” katanya.

Perkembangan sepakbola Kaltim saat ini, ujar dia, sangat menggembirakan. Pada PON XVIII di Riau 2012, Kaltim berhasil meraih medali emas untuk cabor sepakbola yang tentunya melengkapi raihan posisi lima besar atau sebagai provinsi terbaik diluar Pulau Jawa.

Demikian halnya pada jajaran persepakbolaan Indonesia, yakni pada Liga Super Indonesia atau Indonesia Super League (ISL), dimana Kaltim memiliki tiga klub yang berada pada kasta tertinggi persepakbolaan nasional. Ketiga klub tersebut, yaitu Putra Samarinda (Pusam), Persiba Balikpapan dan Mitra Kutai Kartanegara.

“Ini merupakan bukti persepakbolaan di Kaltim maju pesat. Sekarang tinggal bagaimana kita sebagai pemangku kepentingan, menjaga dan memelihara momentum itu, guna lebih memajukan persepakbolaan Kaltim melalui pencarian dan pembinaan bibit-bibit atlit sepakbola Kaltim,” pungkasnya. (her/sul/hmsprov)

Foto : Gubernur Awang Faroek Ishak saat membuka Liga Pelajar Indonesia (LPI) Kaltim di Stadion Segiri Samarinda, dua pekan lalu. (dok/humasprov)

 

Berita Terkait