Setelah Layanan Konvensional Ditutup Karena Covid-19, Pengguna iKaltim Meningkat

Foto : Dok. Humas

Merebaknya penularan Virus Corona (Covid-19) di Kaltim saat ini, berdampak pada pembatasan aktivitas pelayanan publik secara fisik.

 

Namun, ternyata animo masyarakat untuk meminjam dan membaca buku pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kaltim melalui layanan perpustakaan online menggunakan aplikasi iKaltim meningkat siginifikan.

 

"Hal ini dapat dlihat dari perbandingan jumlah buku elektronik (ebook) yang dipinjam sebelum dan setelah layanan perpustakaan konvensional ditutup karena wabah Covid-19,"  kata Kepala DPKD Kaltim HM Aswin didampingi Kabid Layanan, Otomasi dan Kerjasama Taufik, Senin (27/4/2020).

 

Aswin menyebutkan data pendayagunaan aplikasi iKaltim periode 29 Februari -  22 Maret (23 hari sebelum layanan perpustakaan ditutup) menunjukkan jumlah e-book yang dipinjam melalui aplikasi iKaltim sebanyak 424 judul.

 

Sementara data periode 23 Maret - 14 April (saat layanan perpustakaan konvensional ditutup) dan hanya mengandalkan layanan perpustakaan online dengan aplikasi iKaltim menunjukkan data jumlah buku elektronik (e-book) yang dipinjam/dibaca tercatat 589 judul.

 

"Berarti peminjaman mengalami peningkatan 165 judul. Kondisi ini menunjukkan animo masyarakat membaca buku tetap tinggi di tengah pandemi Covid-19," ungkapnya.

 

Aswin menjelaskan sejak merebaknya penularan Virus Corona pada Maret lalu, layanan perpustakaan konvensional (onsite) resmi ditutup untuk masyarakat efektif mulai 23 Maret 2020 sampai saat ini.

 

Guna menjamin tersedianya akses masyarakat Kaltim terhadap layanan perpustakaan agar mendapatkan beragam bahan bacaan yang berkualitas, DPKD Kaltim menyediakan layanan perpustakaan online melalui aplikasi layanan perpustakaan digital Kalimantan Timur atau iKaltim.

 

"Melalui aplikasi iKaltim masyarakat dapat meminjam dan membaca beragam buku sesuai minat dan hobinya secara online dan  gratis.  Saat ini aplikasi ikaltim menyediakan sekitar 20 ribu judul buku elektronik (e-book)," sebut Aswin.(yans/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait