Setelah Lebaran 'Bersih-Bersih' Tahura

Rapat koordinasi penertiban warung panjang Tahura. (yuvita/humasprov)

SAMARINDA - Pemprov Kaltim tidak main-main dengan rencana penertiban warung panjang hingga Rumah Makan Tahu Sumedang di jalan poros Balikpapan-Samarinda Km 50 yang berada di kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto. Penutupan warung-warung tersebut akan dilakukan mulai 1 Juli 2018. Sesuai arahan Gubernur Awang Faroek Ishak, pemilik warung-warung ilegal itu harus mau pindah ke rest area yang telah dibangun untuk menampung mereka.

Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Wahyu Widhi Heranata mengatakan sebelum penutupan warung-warung tersebut, Pemprov Kaltim bersama seluruh OPD di lingkungan Pemprov Kaltim dan masyarakat sekitar akan bersama-sama melakukan gotong royong usai lebaran. "Setelah lebaran, antara 22 atau 23 Juni ini kita akan bergotong-royong untuk membersihkan beberapa titik yang dimanfaatkan untuk warung panjang dan RM Tahu Sumedang," kata Wahyu Widhi Heranata yang akrab disapa Didit usai rapat koordinasi penertiban kawasan Tahura di Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (8/6).

Sesuai arahan Gubernur Awang Faroek Ishak, aktivitas ekonomi RM Tahu Sumedang akan dihentikan karena ilegal. Peringatan sudah dilayangkan, tetapi tak diindahkan pengelola. Didit mengungkapkan sosialisasi penertiban sudah dilakukan sejak 2008, tapi belum berbuah hasil. Kali ini pemerintah akan tegas menertibkan operasi warung dan rumah makan itu pada 1 Juli mendatang, sampai mereka memiliki izin. "Karena itu, untuk langkah awal kita akan bersih-bersih gotong-royong di Tahura. Tahura harus lebih rapi," ucap Wahyu Widhi. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait