Setuju Tak Ada UN,Tapi..?

dok.humaskaltim

SAMARINDA - Keputusan Mendikbud Nadiem Makarim untuk meniadakan Ujian Nasional (UN) disambut baik Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi.

Menurut Wagub Hadi, di Kaltim, pemerintah daerah setuju dengan gagasan tersebut. Tapi, terpenting daerah memiliki alat ukur bagaimana menilai kemampuan kompetensi peserta didik.

"Saya sudah dengar informasi itu. Dari program itu, diperlukan adanya lokalisasi. Karena setiap daerah berbeda-beda. Terpenting adalah, kita memiliki alat ukur bagaimana menilai kemampuan kompetensi anak didik di daerah ini memadai," kata Hadi Mulyadi di Hotel Grand Sawit Samarinda, Senin (30/12/2019).

Bagi Hadi, Pemprov Kaltim tidak menilai bahwa UN tak penting. Tetapi, harus memiliki alat ukur menilai kompetensi siswa yang tidak diseragamkam secara nasional. Artinya, alat ukur ini dibuat secara lokal maupun daerah. Karena, setiap provinsi memiliki karakter dan geografis yang berbeda-beda.

"Karena perbedaan itulah saya setuju UN ditiadakan. Jadi, ke depan ada penilaian secara lokalistik yang dilakukan," jelasnya.(jay/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait