Simpatik Pemprov Bagi Petugas KPPS Wafat, Wagub Instruksi OPD Santuni Keluarga Yang Ditinggal

Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi instruksikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menyantuni keluarga petugas KPPS di Kaltim yang meninggal dunia (rian/humasprovkaltim)

SAMARINDA - Bukti kepedulian dan berbelasungkawa Pemerintah Provinsi Kaltim, Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi instruksikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menyantuni keluarga petugas KPPS di Kaltim yang meninggal dunia.

Permintaan Wagub itu disampaikannya saat menghadiri Silaturahim Kebangsaan dan Buka Puasa Bersama dalam rangka Mempererat Ukhuwah Wathaniah Dalam Bingkai NKRI.

Menurut Hadi, sesuai catatan atau data Komisi Pemilihan Umum (KPU) ada tujuh petugas KPPS di Kaltim yang meninggal dunia pasca melaksanakan tugas menyukseskan pesta demokrasi serentak April lalu. "Kami turut berbelasungkawa. Saya minta Pemprov melalui OPD terkait. Agar ke tujuh (petugas KPPS) yang wafat itu, anak istrinya disantuni," kata Hadi Mulyadi di Pendopo Odah Etam Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada Samarinda, Sabtu (18/5/2019).

Selain instruksi, pada kesempatan itu Wagub mengajak seluruh undangan yang hadir untuk menghadiahi surah al Fatihah bagi para petugas KPPS tersebut.

Hadi menyampaikan atas nama Pemprov sangat mengapresiasi atas kinerja penyelenggaraan Pemilu yang dinilai telah sukses tanpa ada hambatan dan gangguan Kamtibmas.

Khususnya ujar Hadi, apresiasi kepada pihak penyelenggara baik KPU, Bawaslu maupun KPPS, termasuk aparat keamanan TNI dan Polri serta Linmas. "Kami berterimaksih kepada pihak-pihak yang berjasa menyukseskan penyelenggaraan pesta demokrasi ini," ungkap Hadi.

Menyikapi jelang pengumuman hasil perhitungan KPU RI pada 22 Mei mendatang, Wagub berharap kondusifitas yang sudah terpelihara selama ini tetap terjaga dan dipertahankan semua pihak. Tidak terkecuali keterlibatan seluruh komponen masyarakat Kaltim menjaganya hingga.

"Lain di pusat. Lain di Kaltim. Walaupun hak setiap orang menyampaikan pendapat. Tapi saya bahkan kita semua berharap masyarakat tidak ikut-ikutan dan mau terprovokasi isu pihak tidak bertanggungjawab. Kondisi kita disini aman dan damai. Jangan dirusak dengan hal-hal yang bisa mengganggu ketentraman masyarakat," harap Hadi.

Dirinya berharap deklarasi damai yang disampaikan pimpinan forum-forum, lintas etnis dan agama di Kaltim benar-benar dimplementasikan, sehingga daerah tetap aman dan masyarakat bisa beraktifitas seperti biasa tanpa ada rasa takut dan khawatir. "Siapa pun yang nantinya terpilih, itu hasil pilihan rakyat. Kita berharap pemimpin kedepan terus konsekuen membangun Kaltim," jelas Hadi.

Sementara Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto dan Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto sepakat tidak menginginkan adanya "power people" di Benua Etam yang dikhawatirkan bisa mengganggu stabilitas daerah.

"Kita ini ingin hidup tenang dan damai. Jadi ngapain ada power people segala. Proses pelaksanaan hingga perhitungan akhir di Kaltim tidak ada masalah atau kecurangan. Saya juga Pangdam serta Pak Wagub (Wagub Hadi Mulyadi). Bersama-sama kita semua menyaksikan perhitungan akhir KPU dan semua menandatangani. Berarti tidak ada masalah kan. Mari kita ciptakan kondusifitas daerah agar pembangunan bisa berjalan dengan baik dan masyarakat tenang," ujar Kapolda langsung diamini Pangdam.

Silaturahim dihadiri pimpinan OPD di lingkup Pemprov Kaltim, tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas, pimpinan parpol serta lintas etnis di Kaltim.

Acara silaturahim diakhiri dengan penandatanganan deklarasi damai oleh jajaran Forkopimda, pimpinan parpol, tokoh agama dan lintas masyarakat dan etnis. (yans/her/humasprovkaltim)

Berita Terkait