Sinergi Program Pusat dan Daerah Sangat Penting

BALIKPAPAN–Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Prof Dr Armida S Alisjachbana, mengajak seluruh Bappeda Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia saling berbagi informasi tentang  terobosan-terobosan dan best practice program pembangunan.

“Selama empat tahun terakhir, ada semacam semangat diantara Bappeda Provinsi seluruh Indonesia yang kemudian  ditularkan kepada Bappeda kabupaten/kota. Tentu ini sesuai dengan pergeseran paradigma pembangunan, di era sekarang yang sangat demokratis, keterbukaan dan peran pemerintah harus direposisi,” ujar Armida, pada pembukaan Rakernas IV Asosiasi Bappeda Provinsi se-Indonesia, di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Rabu (27/2).

Dengan pelaksanaan tuan rumah secara bergiliran, menurut dia, maka dapat dilihat dan diketahui lebih detail apa-apa saja yang telah dilakukan di daerah. Ia menyebut, seperti apa yang telah dipaparkan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, terkait terobosan-terobosan di bidang pembangunan ekonomi yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari kebijakan nasional, utamanya MP3EI yang dikaitkan dengan visi pembangunan Kaltim.

“Hal ini tentu akan memacu daerah-daerah lain. Karena tidak mungkin ada daerah yang mau ketinggalan dalam pembangunan. Terobosan ini tentu di semua bidang tidak hanya di sektor ekonomi saja,” ucapnya.

Sesuai dengan tema Rakernas “Sinergi Perencanaan Multi Pihak Untuk Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur, Kependudukan dan Lingkungan Hidup yang Bermutu dan Akuntabel”, Armida meminta Bappeda Provinsi beserta Kabupaten/Kota agar meningkatkan koordinasi sehingga program Pemerintah Pusat dan Daerah saling bersinergi dan terintegrasi.

“Yang terpenting adalah kita bisa konsisten dalam menjalankan komitmen pencegahan dan pemberantasan korupsi, efektifitas reformasi birokrasi dan infrastruktur. Ketiganya harus masuk dalam RKP dan RKPD, sehingga program-programnya dapat dilaksanakan dan dikawal dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, yang juga menjadi keynote speech dalam Rakernas IV Asosiasi Bappeda Provinsi se-Indonesia, meminta kepada Bappenas dan Bappeda seluruh Indonesia agar dalam membuat perencanaan dapat terus meningkatkan daya saing, mendorong pertumbuhan yang tinggi dan melakukan pemerataan pembangunan.

Selain itu, Hatta juga memaparkan skema pembiayaan pembangunan infrastruktur melalui sumber-sumber pembiayaan alternatif. Ia berharap kepada daerah agar jika ada proyek-proyek infrastruktur yang bersifat terobosan atau breakthrough atau prioritas tinggi yang belum masuk dalam skema pembiayaan APBN, untuk segera mencarikan solusi terkait masalah pembiayaan pembangunannya.

“Selalu saja terbuka ruang kita untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur yang sumber pembiyaan berasal dari dana non pemerintah. Kita carikan solusinya untuk dibiayai dari non ABPN melalui KP3EI. Saya sudah sebutkan skemanya bisa kombinasi BUMN-swasta, bisa swasta dikombinasikan dengan APBD,”

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengungkapkan Kaltim terperangkap dalam stigma sebagai provinsi kaya dengan potensi sumber daya alam (SDA) melimpah dan beragam, namun di sisi lain kekayaan SDA hanya dinikmati sebagian kecil masyarakat, akses terhadap SDA terbatas dan terjadinya kerusakan lingkungan hidup akibat eksploitasi SDA.

Dijelaskannya, dalam kurun waktu 2005-2011 terjadi pergeseran struktur ekonomi Kaltim, dari sektor industri ke sektor pertambangan, dan PDRB Kaltim terus meningkat dari tahun ke tahun, dimana posisi pada akhir 2012 sebesar Rp419,1 triliun, yang didominasi sektor pertambangan.

“Kaltim berupaya mengubah struktur ekonomi dari berbasis SDA tak terbarukan menjadi berbasis SDA terbarukan. Dari eksportir bahan mentah menjadi eksportir bahan jadi atau olahan yang berdaya saing sehingga dapat menimbulkan multiplier effect bagi masyarakat,”jelasnya.

Turut hadir dalam pembukaan Rakernas IV Asosiasi Bappeda Provinsi se-Indonesia diantaranya adalah Dirjen Perimbangan Keuangan Marwanto Harjowriyono, Dirjen Pengembangan Destinasi Wisata Firmansyah Rahim, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kaltim dan peserta Rakernas dari seluruh Indonesia.  (her/hmsprov).

Foto: Kepala Bappenas Prof Dr Armida S Alisjachbana (kiri) dan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak berbincang dengan Menko Perekonomian Hatta Radjasa. (heru/humasprov kaltim).

Berita Terkait