Siswa Terbaik, Tidak Ada Titipan

SMA Negeri 10 akan Terima 210 Siswa Baru

SAMARINDA- Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim mengungkapkan kuota penerimaan siswa baru (PSB) tahun ini di SMA Negeri 10 Samarinda sebanyak 210 siswa yang terbagi tujuh kelas, untuk masing-masing kelas berjumlah 30 orang. Sedangkan siswa yang lulus tahun ini sebanyak 140 orang.

Penerimaan tersebut dibagi dua jalur, yakni jalur undangan dan tes seleksi. Meski demikian, untuk penerimaan siswa/siswi baru SMAN 10 Samarinda sudah dilakukan sejak Februari hingga Juni.

“Jadi, penerimaan siswa baru ini sudah dilakukan sebelum diketahui pengumuman Ujian Nasional (UN). Siswa yang diterima terbagi dari masing-masing kabupaten/kota dan sekolah-sekolah di Kaltim,” kata Musyahrim di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (3/7).

Pemprov Kaltim menegaskan penerimaan tersebut tidak ada sistem titipan. Karena, siswa yang lulus di SMA tersebut merupakan siswa terbaik dari masing-masing kabupaten/kota dan sekolah.

Karena, sebelum siswa tersebut dinyatakan lulus, masing-masing peserta mengikuti tes yang dilakukan panitia penerimaan siswa baru. “Jadi, siswa yang berasal dari sekolah umum, yakni meski bukan sekolah unggulan bisa saja mendaftar untuk masuk di SMA ini. Bahkan pendaftaran dilakukan secara gratis. Jadi, tidak ada namanya titipan-titipan, karena semua calon siswa diseleksi dengan ketat. Jika memang tidak mampu bersaing ya tidak lulus. Jadi ada mekanisme yang telah diatur dan itu harus diikuti seluruh peserta,” jelasnya.

Selain itu, 210 siswa yang lulus tersebut dipastikan tidak dipungut biaya, baik uang pembangunan hingga uang semester. Karena siswa yang masuk di SMA tersebut telah ditanggung pemerintah provinsi.

Apalagi, tujuan dari sekolah ini adalah untuk mendukung Pemprov Kaltim menciptakan SDM yang berkualitas dan berprestasi di bidang akademik, baik ditingkat nasional maupun internasional.

“Yang jelas, program ini adalah bagian dari program Beasiswa Kaltim Cemerlang yang digagas Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 10 Samarinda Armin mengatakan siswa yang lulus di SMA Negeri 10 Samarinda adalah siswa yang memang memiliki akademik yang tinggi, yang dibuktikan dengan juara-juara lomba, baik olimpiade maupun kejuaraan sains yang lain, baik tingkat provinsi maupun nasional.

“Siswa yang mendaftar sesuai dengan minat mereka. Karena sekolah ini lebih mengutamakan kualitas sains. Jadi, tes masuk ada dua jalur, yakni jalur undangan dan tes. Kalau jalur undangan adalah yang diberikan kepada masing-masing pemerintah kabupaten/kota se Kaltim, dari masing-masing kabupaten/kota menilai siswa mana yang layak masuk SMA ini. Dengan dibuktikan hasil prestasi akademik mereka, yakni dengan juara lomba, baik provinsi, nasional maupun internasional,” jelasnya.

Sedangkan untuk jalur tes dilakukan dengan cara, yakni diawali dengan pendaftaran dan dilakukan tes seleksi berkas administrasi, tertulis dan wawancara. Untuk tes wawancara dilakukan dengan dua bahasa, yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.

“Meski begitu, tes ini kami lakukan sejak Februari dan Juni kemarin sudah berakhir. Termasuk sosialisasi penerimaan siswa baru tersebut sudah dilakukan sejak Februari ke masing-masing daerah dan sekolah-sekolah SMP,” jelasnya.(jay/hmsprov)

Berita Terkait