SKB CPNS Formasi 2019, Diddy Ingatkan Jangan Percaya Calo

Ist

SAMARINDA - Sempat mengalami penundaan selama hampir satu tahun karena pandemi Covid-19, Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi tahun 2019 dengan metode Computer Asisted Test (CAT) di lingkungan Pemprov Kaltim dimulai pada Selasa (1/9/2020) di Kantor UPT Pengukuran Kompetensi (Penkom)/Gedung Assessment Centre Lantai I BKD Prov Kaltim Jl Kartini No 1, Samarinda.

 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim Diddy Rusdiansyah mengatakan di tengah pandemi Covid-19 berbagai macam persiapan dilaksanakan tim BKD Kaltim sejak beberapa hari yang lalu dengan tetap memperhatikan pedoman protokol kesehatan.  

 

"Kita bersyukur pelaksanaan SKB di tengah pandemi kali ini berjalan dengan baik dan lancar. Walaupun tadi sesi pertama ada 3-4 peserta tidak hadir dan terlambat itu bukan kesalahan panitia, sebab kita sudah mengumumkan jadwal itu sebelumnya," ujar Diddy saat meninjau pelaksaanaan SKB.  

 

Diddy berpesan agar peserta SKB jangan percaya dengan calo atau oknum yang menjanjikan akan lulus tes dengan mudah. 

 

"Itu sudah jelas mereka calo. Tidak punya peran apa-apa di sini. Semuanya berbasis sistem, jangan terikat dengan calo. Kalau ada iming-iming tertentu itu omong kosong. Percayalah kepada Allah Subhanahu wata'ala saja, tidak ada yang tidak mungkin selama mau berusaha dan berdoa," pesan Diddy didampingi Kabid Mutasi Hj Kustiningsih  

 

Jumlah peserta SKB CPNS Pemprov Kaltim sebanyak 708 orang, formasi yang tersedia sebanyak 368. Ada sekitar 500 peserta yang akan mengikuti tes tersebut di UPT Penkom. Sisanya (peserta) mengikuti tes di luar Provinsi Kaltim yakni titik lokasi di UPT/Kanreg BKN terdekat sesuai yang telah di pilih masing-masing peserta.  

"Per hari dilaksanakan sebanyak tiga sesi dengan jumlah peserta sebanyak 150 orang dimana per sesi 50 orang kecuali hari Jumat yang hanya dua sesi. Peserta kami mohon wajib hadir dua jam sebelum tes dimulai, sebab aturannya demikian tidak ada toleransi bagi yang terlambat," pungkasnya. (her/sul//humasprov kaltim)

Berita Terkait