SKOI Kaltim Siapkan 20 Cabor Unggulan

SAMARINDA - Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim menyiapkan 20 cabang olahraga (Cabor) yang akan menjadi unggulan bagi prestasi olahraga Kaltim. 20 cabor tersebut, yakni anggar, panjat tebing, tenis meja, karate, senam, panahan, wushu, taekwondo, gulat, angkat besi, layar, pencaksilat, kempo, tenis lapangan, sepatu roda, balap sepeda, renang, atletik dan catur.   
“20 cabor ini adalah unggulan SKOI Kaltim baik di tingkat nasional maupun  internasional. Para atlet binaan SKOI sudah menunjukkan prestasi di tingkat nasional maupun internasioonal. Nantinya prestasi ini akan terus kita tingkatkan untuk kebanggaan daerah dan bangsa,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Sigit Muryono didampingi Kepala UPTD SKOI Kaltim,  Agustianur di Kantor Dispora Kaltim, Rabu (19/6).  
Menurut dia ada beberapa Cabor yang saat ini belum menunjukkan prestasi. Tetapi diharapkan satu hingga dua tahun ke depan akan meraih prestasi. Misalnya, Cabor wushu, yang saat ini para atletnya  masih berstatus pelajar setingkat SMP. Sehingga masih cukup waktu untuk melakukan pembinaan guna meraih prestasi terbaik.
Prestasi para atlet SKOI Kaltim bahkan sudah go internasional diawali dari kejuaraan multi even antarnegara Arafura Games pada 2011 di Darwin Nothern Territory, Australia. SKOI Kaltim bersama sejumlah provinsi di tanah air mewakili Indonesia pada ajang yang diikuti lebih dari 40 negara. SKOI Kaltim  berhasil menduduki peringkat sembilan.
Dipimpin Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak ketika itu,  SKOI berhasil menyumbang 1 medali emas lewat cabang angkat besi, 3 medali perak dan 8 medali perunggu yang disumbangkan 3 cabor lainnya yakni renang, tenis meja, dan atletik.
Selanjutnya, pada 2012 SKOI mewakili Indonesia di turnamen multi even tahunan Thailand Sports School Games ke-16. SKOI Kaltim menurunkan 46 atlet dari 10 cabang olahraga, 10 pelatih dan 16 Official. Dari even tersebut SKOI Kaltim berhasil memperoleh 18 medali emas, 18 medali perak dan 20 medali perunggu serta menempati peringkat 10 dari 27 sekolah olahraga di kawasan ASEAN.  
Selain itu, prestasi yang diraih atlet SKOI Kaltim yang membanggakan, yakni ketika PON XVIII 2012 di Riau. SKOI Kaltim menurunkan 21 atlet di 13 cabang olahraga yakni kempo 2 atlet, panahan 2, tenis meja 1, tenis 1, angkat besi 2, layar 4, sepatu roda 3, panjat tebing 2 senam 1, renang 1, taekwondo 1, serta balap sepeda 1 atlet.
Atlet muda SKOI Kaltim berhasil menyumbang 5 medali emas, 1 perak dan 3 perunggu. 5 emas dipersembahkan cabang panjat tebing 1 emas, panahan 2 emas, dan layar 2 emas. 1 perak dari layar, kemudian 3 medali perunggu tenis meja dan tenis lapangan masing–masing di nomor beregu putri, serta 1 perunggu terakhir dari  nomor seni berpasangan kempo.
Prestasi lain diraih atlet SKOI, yakni ketika Asian Games Remaja 2013 di Nanjing, China, PB PABBSI mengirim para lifter muda Indonesia termasuk Annisa (Icha) yang turun dalam kejuaraan Asia Angkat Besi Remaja di Doha, Qatar 2013. Kejuaraan tersebut Annisa berhasil mempersembahkan 2 perak dan 1 perunggu di kelas 53 kg. Kemudian pada angkatan Snatch, Annisa berhasil mengangkat 70 kg sementara pada angkatan clean and jerk 85 kg mampu meraih perunggu.
Selain prestasi olahraga, atlet SKOI juga mampu meraih prestasi di bidang akademik, yakni dua kali keikutsertaan Ujian Nasional (UN) dan tahun ini siswa kelas XII SMA SKOI Kaltim juga berhasil menorehkan kelulusan 100 persen. Untuk 2013 jumlah siswa yang mengikuti UN sebanyak 21 siswa, 16 siswa jurusan IPS dan 5 Jurusan IPA.  
“Kami berharap dari prestasi tersebut mampu membawa nama baik daerah di tingkat nasional dan internasional,” jelasnya.
Saat ini sebanyak 44 pelajar SMP dan 68 siswa SMA yang sedang menempuh pendidikan di SKOI Kaltim. Dari 68 siswa SMA ini, 21 diantaranya adalah siswa kelas tiga yang telah lulus UN.  (jay/hmsprov)

///Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak saat meninjau suasana pendidikan di SKOI Kaltim.(dok/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait
Government Public Relation