SKOI Membangun Atlet Disiplin dan Berprestasi

 

SAMARINDA - Sejak dibukanya Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) 2010, prestasi olahraga anak-anak Kaltim terus menuai hasil yang bagus. Terbukti ketika PON Riau 2012 dari 21 atlet pelajar yang diturunkan SKOI mampu menyumbang 5 medali emas, 1 perak dan 4 perunggu untuk kontingen Kaltim.

Keberhasilan tersebut menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Fachruddin Djaprie, karena tujuan dibangun sekolah ini adalah untuk membentuk atlet sejak usia dini yang disiplin dan berprestasi di bidang olahraga.

"Mereka tidak hanya dilatih untuk berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga harus disiplin dalam pendidikan. Mereka yang masuk SKOI adalah atlet yang mau dibina untuk disiplin dan mampu meraih prestasi. Termasuk baik dalam akademiknya atau pendidikan pengetahuannya," kata Fachruddin Djaprie di Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (9/9).

Pembinaan yang dilakukan tidak seperti sekolah umum, karena sekolah ini diisi para atlet yang telah direkomendasikan masing-masing Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor).

Saat ini, atlet SKOI terdiri dari jenjang Sekolah Dasar (SD), SMP dan SMA sebanyak 440 atlet pelajar. Kesuksesan yang diraih para atlet pelajar tidak serta merta mudah dicapai, tetapi adanya dukungan dari orang tua yang memberikan kepercayaan kepada manajemen SKOI dalam membina anak-anak mereka.

"Siswa di SKOI semua diasramakan atau boarding school, sehingga selain disiplin dalam berlatih mereka dituntut disiplin dalam menjalani pendidikan di sekolah. Karena setiap semester dilakukan evaluasi. Apabila dalam semester tersebut prestasi mereka menurun dan cedera bahkan tidak disiplin, maka akan didegradasi atau dikembalikan kepada orang tua mereka atau daerah mereka. Semua itu, kita lakukan sesuai perjanjian awal sebelum mereka masuk di sekolah ini, antara pihak sekolah, orang tua dan siswa," jelasnya. (jay/sul/humasprov) 

Berita Terkait