SLPHT Mampu Tingkatkan Produksi Petani

SANGATTA–Setelah mengikuti SLPHT (Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu khususnya penanganan serangan hama penggerek buah kakao (PBK), para petani kakao di Kutai Timur mampu meningkatkan produksi buah.
“Terimakasih kepada pemerintah dalam hal ini Disbun yang telah menyelenggarakan kegiatan SLPHT sebagai bentuk kepedulian terhadap petani kakao. Setelah mengikuti SLPHT, produksi kakao kami meningkat hingga 60 persen dibanding sebelumnya yang hanya 2 persen akibat terserang hama PBK,” kata petani kakao asal Kutai Timur, Sukardi, Jumat (8/11).
Sebagai petani yang menikmati bantuan perhatian pemerintah tersebut, dia berharap agar tahun-tahun mendatang hal serupa kembali dilaksanakan bekerja sama dengan instansi teknis yang menangani masalah perkebunan di masing-masing kabupaten.  
Jika mungkin pelatihan juga dilakukan untuk  mengamankan komoditi lainnya.Disbun Kaltim melalui Bidang Perlindungan secara intensif melaksanakan SLPHT ke berbagai daerah sesuai potensi dan sentra kegiatan tanaman perkebunan termasuk kepada petani kakao di Kutai Timur.
Kegiatan berupa SLPHT tanaman kakao yang difokuskan pada penanganan gangguan hama penggerek buah kakao telah dilaksanakan selama dua bulan atau kurang lebih 8 kali pertemuan sejak Agustus lalu diikuti 50 petani kakao Kutai Timur. “Pengetahuan diberikan umumnya dalam bentuk praktek lapangan. SLPHT lebih difokuskan pada cara-cara pengendalian hama dan penyakit,” jelas Kepala Bidang Perlindungan Henny Herdiyanto saat mewakili Kepala Disbun Kaltim.
Disadari, penurunan produksi kakao selama ini lebih diakibatkan karena adanya gangguan organisme pengganggu yang hingga kini masih menghantui petani. Upaya pengendalian hama tersebut masih sangat sulit dilakukan.  
“Namun begitu, melalui SLPHT sedikit banyaknya akan membantu petani dalam mengelola kebun ke arah yang lebih intensif lagi. Hasil yang kami peroleh meningkat  jauh dibandingkan sebelum kami mengikuti pelatihan,” ujar Henny. (yans/hmsprov)
 

Berita Terkait
Government Public Relation