Soal Pusat Ibukota Negara, Isran Sebut Jokowi Ingin Ada Sejarah Ketika Memimpin

Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor menyatakan, mengenai pemindahan pusat ibukota negara atau pusat pemerintahan di luar Jakarta diyakini akan terjadi. Karena, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai memiliki keinginan ada sejarah monumen ketika memimpin negara ini.

Hal itu dapat terlihat pada periode sebelumnya, pemerintahan Jokowi fokus kepada pembangunan infrastruktur dan dinilai sukses serta tuntas selama satu periode. Selanjutnya, Isran menilai program utama yang akan diselesaikan Presiden Jokowi adalah pemindahan pusat pemerintahan.

"Pokoke protes, nggak protes ora popo. Itu dia yang saya nilai akan terjadi. Infrastruktur sudah dibangun pada pemerintahan pertama. Selanjutnya yang kedua persoalannya saya yakin adalah ibukota negara," kata Isran Noor di Samarinda belum lama ini.

Karena, hal ini tentu akan ditulis dalam sejarah. Bahwa, realisasi pemindahan ibukota atau pusat pemerintahan negara di luar Jakarta adalah pada saat pemerintahan Presiden Joko Widodo. 

Kondisi tersebut, hingga saat ini terus menjadi pembicaraan yang hangat dilingkungan pemerintahan, baik provinsi, kabupaten/kota hingga tingkat kementerian. Bahkan, isu tersebut sudah sejak lama terjadi ketika era kepemimpinan Presiden Soekarno hingga Soeharto dan kini Presiden Joko Widodo.

"Informasi ini menjadi perhatian rakyat Indonesia. Bahkan, ketika era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga demikian. Semoga ketika era kepemimpinan Presiden Joko Widodo ada realisasinya," harapnya. 

Jika memang terjadi, maka akan banyak dampak positif yang terjadi atau dialami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik psikologi maupun materi, ketika pusat pemerintahan atau ibukota itu ditetapkan di salah satu wilayah di luar Jakarta. (jay/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation