Sofyan Helmi : Harus Siap Sebelum Pensiun

Pra Kondisi Konseling PNS Purna Tugas di UGM Yogyakarta

YOGYAKARTA - Seminar dan dan Konseling bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan segera memasuki masa purna tugas di lingkungan Pemprov Kaltim tahun 2014 dipastikan bakal digelar di Kota Yogyakarta.
Kepastian tersebut menyusul pertemuan yang dilaksanakan Asisten Administrasi Umum Sekprov Kaltim Sofyan Helmi dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim dengan Kepala Lembaga Pengembangan Kualitas Manusia (LKPM) Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta,Haryanto Sentot, Rabu (4/12).
Seminar dan konseling bagi para pegawai yang akan memasuki masa purna tugas,  merupakan kegiatan yang sangat penting untuk memberikan dorongan dan semangat agar tetap optimis saat pensiun. Sebab tidak sedikit pegawai yang justru mengalami ketidaksiapan secara mental dan ekonomi saat sudah tidak lagi menjadi PNS.
“Inilah bentuk nyata perhatian Pemprov Kaltim yang bukan hanya memperjuangkan kepentingan  rakyat pada umumnya, tetapi masa depan para pegawai juga. Ini adalah upaya kami agar para pegawai lebih siap secara ekonomi dan mental setelah pensiun,” kata Asisten Administrasi Umum Sofyan Helmi, di Kampus UGM.
Program ini lanjut Sofyan Helmi, merupakan implementasi kebijakan Pemprov Kaltim untuk mensejahterakan para pegawai, khususnya mereka yang akan segera memasuki batas usia pensiun.
Jika sebelumnya, persiapan diberikan untuk pegawai yang dua tahun akan memasuki masa pensiun, maka mulai tahun depan targetnya adalah para pegawai yang 4 tahun jelang masa pensiun.
“Program ini untuk mempersiapkan mereka. Dua tahun, rasanya terlalu dekat, sebab itu kita coba akan lakukan untuk persiapan empat tahun sebelum pensiun,” sambung Helmi.
Kepala BKD Kaltim HM Yadi Robyan Noor menjelaskan, program ini sudah dilakukan  sejak beberapa tahun lalu. Kegiatan serupa sebelumnya juga  digelar di Kota Malang bekerja sama dengan Universitas Negeri Malang dan Universitas Muhammadiyah Malang.
Materi seminar dan konseling yang diberikan diantaranya meliputi dinamika kelompok, seminar persiapan jelang pensiun, penyusunan perencanaan pensiun, konseling psikologis dan kunjungan kerja ke para pelaku usaha skala rumah tangga.
“Dari 76 peserta yang ikut ketika itu, 70 orang menyatakan siap menghadapi pensiun dan 6 orang mengaku belum siap. Penyebabnya beragam, diantaranya karena faktor ekonomi, keluarga, pribadi dan kesehatan. Kegiatan ini kita lakukan, agar semua pegawai pada akhirnya sudah siap menghadapi pensiun. Mereka tidak perlu khawatir, karena dengan potensi yang mereka miliki, mereka sudah siap dengan second career (karir kedua),” beber Roby.
Seminar dan konseling berikutnya akan digelar sekitar pertengahan Maret 2014. Rencananya kegiatan ini akan dibagi dalam tiga tahap, dimana setiap tahapnya akan diikuti sekitar 100 peserta.  Jumlah PNS yang akan memasuki masa pensiun pada 2016 secara keseluruhan mencapai 300 orang.
“Selain memberikan materi, untuk tindak lanjut pembiayaan finansial bagi mereka, kami pun siap bekerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim dan Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN) Samarinda,” imbuh mantan Karo Humas dan Protokol Pemprov Kaltim itu.
Sementara Kepala LPKM Fakultas Psikologi UGM, Haryanto Sentot menegaskan, pihaknya menyambut baik kerjasama ini dan berjanji akan menjawab kepercayaan kerjasama ini dengan mempersembahkan output kerjasama yang diharapkan dan bermanfaat bagi para pegawai Kaltim yang akan segera memasuki masa pensiun.                    “Saya harus katakana bahwa kebijakan Pemprov Kaltim ini sangat baik. Kesejahteraan pegawai setelah tidak lagi berdinas, juga sudah dipikirkan. Sebab itu, kami akan bekerja dengan baik dan tidak akan setengah-setengah mengerjakannya. Semoga kerjasama ini memberi manfaat yang besar,” kata Haryanto Sentot.
Namun dia memberi masukan, terkait lama waktu persiapan bagi pegawai. Jika terlalu lama, mereka bisa lupa dan jika terlalu singkat, pegawai justru menjadi tidak siap. Karena itu, hal tersebut perlu dipikirkan lebih matang dan nantinya juga akan tergambar dari hasil konseling yang akan dilaksanakan.
Setelah melakukan pertemuan di UGM, rombongan yang dipimpin Asisten Administrasi Umum Sofyan Helmi kemudian melanjutkan pertemuan dengan Kepala Disperindagkop Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Riyadi IBSS  untuk mendapat gambaran pengaruh usaha kecil dan menengah terhadap  pertumbuhan ekonomi Provinsi DIY, sekaligus  mengidentifikasi pelaku-pelaku usaha rumah tangga yang nantinya akan menjadi target kunjungan lapangan peserta seminar dan konseling pada 2014.
“Pengaruh usaha kecil dan menengah terhadap pertumbuhan ekonomi daerah ini sekitar 12 persen. Tetapi pengaruhnya untuk serapan tenaga kerja memang sangat besar,” jelas Riyadi.
Saat ini lanjut dia, jumlah industri kecil dan menengah yang berkembang di provinsi ini sudah mencapai 81.250 unit. Dia juga menyebutkan, kemungkinan kerjasama dengan Kaltim masih sangat potensial, sebab untuk sejumlah kerajinan dan produk makanan, sebagian besar bahan baku didatangkan dari luar daerah termasuk dari Kalimantan Selatan untuk enceng gondok.
Dengan potensi yang terbatas, para pelaku usaha kecil dan menengah di Yogyakarta kini sudah mampu menembus pasar internasional dengan jumlah 100 eksportir dan 102 komoditas. Targetnya adalah 87 negara di dunia.  
“Potensi Kaltim sangat besar, saya pikir kerjasama dengan para pelaku usaha di DIY masih sangat terbuka,” pungkasnya. (sul/hmsprov)

///FOTO : Asisten Administrasi Umum Sekprov Kaltim Sofyan Helmi dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltim HM Yadi Robyan Noor bersama Kepala Disperindagkop DIY, Riyadi IBSS.(samsul/humasprov kaltim)
 

Berita Terkait
Government Public Relation