Solidaritas Pemerintah dan Masyarakat Kaltim Terhadap Gempa Palu, Sigi dan Donggala

Bantuan dari berbagai elemen masyarakat di Kalimantan Timur terus berdatangan dan siap diberangkatkan ke Palu.

“Jujur saya bangga dengan kerja sama dan sinergi tim kita. Sebagai kawasan dan pos penyangga, kita dinilai tercepat dan terbaik dalam pelayanan”
(H. Isran Noor-Gubernur Kaltim)

 

www.kaltimprov.go.id Sesaat setelah gempa berlangsung, meskipun kondisi Palu dan sekitarnya masih mencekam, Sabtu malam (29/9) Pemprov Kaltim melalui RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan segera memberangkatkan 8 tenaga medis (3 dokter spesialis dan 5 orang tenaga perawat) ke Palu. Tak ada rasa gentar tim medis ini dalam mengemban misi kemanusiaan. Padahal mereka akan berhadapan dengan aliran listrik yang sebagian besar padam, jaringan komunikasi yang terputus, kelangkaan air bersih dan gempa susulan yang masih bertubi-tubi, yang bagi sebagian besar korban menimbulkan rasa trauma mendalam.   

Beriringan dengan kondisi yang belum sepenuhnya pulih, termasuk banyaknya korban gempa yang ingin segera meninggalkan kota Palu, isu penjarahan hingga kelangkaan bahan bakar, tak menyurutkan semangat pemerintah dan masyarakat Kaltim, bahu membahu menyediakan apa saja yang mereka punya untuk meringankan korban gempa Palu, Sigi dan Donggala. 

Tak berangsur lama, diberangkatkan tim kedua (medis gabungan dengan 100 relawan) menuju Palu dengan menggunakan kapal bantuan Wakil Walikota Balikpapan sekaligus membawa logistik sumbangan masyarakat sebanyak 7 ton. Kapal ini bertolak ke Palu pada Kamis (3/10). 

Sebelumnya Rabu (2/10) Tim Kaltim Peduli Bencana Sulteng membawa bantuan logistik menggunakan tug boat dari Pelabuhan Semayang yang memuat satu unit truk foso, delapan unit truk, dua unit mobil box, dan lima unit mobil pick up dan logistik makanan minuman, terpal, selimut, pakaian, air mineral dan bahan obat-obatan 10 koli. Kapal juga akan digunakan sebagai posko tim medis di Palu.

Baca juga : Kaltim Peduli Korban Gempa dan Tsunami Palu Satu Kapal Lagi Menyusul

Posko-posko bencana didirikan, bantuan logistik pun terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat, termasuk bantuan logistik masyarakat Tionghoa senilai Rp 2,4 miliar untuk korban bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah. Menggunakan tongkang Nobel Sea 235, bantuan tersebut diberangkatkan. Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi melepas keberangkatan bantuan di Pelabuhan Samarinda, Sabtu (6/10).

Baca juga : Wagub Lepas Bantuan Senilai Rp. 24 Miliar

“Dukungan dan perhatian serta kepedulian seluruh elemen masyarakat sangat berarti terutama untuk mengurangi dan menghilangkan trauma sekaligus mempercepat pemulihan kesehatan dan psikis korban bencana,” ujar Hadi saat pelepasan keberangkatan kapal tersebut. 

Potret kebersamaan inilah yang tergambar pasca gempa di Palu, Sigi dan Donggala. Kaltim sebagai provinsi terdekat bukan hanya turut merasakan duka di Palu, Sigi dan Donggala namun juga terus mengalirkan energi positif yang dipancarkan oleh berbagai elemen masyarakat hingga nantinya kondisi Palu, Sigi dan Donggala berangsur membaik. 

Rasa haru pun disampaikan oleh Gubernur Kaltim saat bertandang ke Balikpapan untuk melihat perkembangan penanganan korban gempa dan tsunami yang dirujuk ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Dalam kesempatan tersebut tak henti-hentinya Gubernur memberi semangat kepada korban.

"Yang sabar ya bu.  Insyaallah semua akan baik-baik saja.  Dokter dan perawat kami semua akan bekerja secara profesional," kata Isran memberi semangat kepada salah seorang ibu korban gempa Palu.

 Baca juga :  Gubernur Beri Semangat Korban Gempa Palu

Setelah mengunjugi para korban gempa di RSUD Kanujoso Djatowibowo, Isran juga mengunjungi para pengungsi yang ditampung di lokasi pengungsian di Base Operation Lanud Dhomber. Setelahnya Gubernur Isran juga lalukan pengecekan ke terminal cargo luar negeri Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan guna memantau bantuan dari luar negeri. Isran mendapati semua yang dilakukan tim diakuinya telah bekerja maksimal dan berjalan dengan baik. 

“Karena kerja kita yang cepat dan baik, kita mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Oleh karena itu saya bangga dengan kerja semua tim kita. Pemda, TNI/Polri, relawan, masyarakat dan semuanya. Saya bangga kepada anda semua,” puji Isran Noor.

Sementara itu, terkait upaya penanganan bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Donggala, Sigi dan sejumlah daerah lainnya di Sulawesi Tengah, pemerintah telah menetapkan Balikpapan, Kalimantan Timur, khususnya Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) di Sepinggan sebagai salah satu wilayah penyangga, bersama Bandara Halim Perdana Kusuma di Jakarta dan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan. Balikpapan sekaligus akan menjadi kawasan evakuasi kedua setelah Makassar. 

Tonton Juga:

 

 

Tonton Lagi :

 

Penulis : Inni Indarpuri, Samsul Arifin, Masdiansyah

Editor : Samsul Arifin

Desain grafis : Ahmad Riandi

Video         : Adi Suseno

Fotografer : Syaiful

Berita Terkait
Data Masih Kosong
Data Masih Kosong