Songsong ASEAN Economic Community 2015

Pemprov Terus Tingkatkan Kapasitas SDM Kaltim

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan salah satu tantangan besar ke depan yang dihadapi Kaltim dalam pemanfaatan sumber daya alam (SDA) dan pembangunan ekonomi pada umumnya, adalah kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Kapasitas SDM Kaltim secara kuantitatif menunjukkan peningkatan yang signifikan, terutama bila dilihat dari nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus meningkat dan kini berada pada posisi lima nasional.

Namun secara kualitatif, lanjut dia, kapasitas SDM Kaltim masih belum menggembirakan. Salah satu indikator yang dapat dijadikan barometer, yakni tingkat partisipasi tenaga kerja dalam basis ekonomi wilayah, dimana tingkat pendidikan angkatan kerja di Kaltim sebagian besar lulusan SLTP, yakni mencapai proporsi 84 persen dari total angkatan kerja, sedangkan tingkat pendidikan level perguruan tinggi baru mencapai sekitar lima persen.

“Kualitas tenaga kerja sangat menentukan kemampuan tenaga kerja dalam memenuhi tuntutan spesifikasi tenaga kerja dari sektor ekonomi. Dengan basis ekonomi wilayah yang padat modal serta membutuhkan kemamauan yang cukup tinggi, maka kondisi  pasar tenaga kerja lokal di Kaltim termasuk rentan dalam memenuhi spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan sektor basis,” kata Awang Faroek.

Selama ini, ujar dia, tenaga kerja yang terserap di sektor basis pertambangan hanya sebesar 10,2 persen, sementara sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian dengan 28,6 persen diikuti sektor  perdagangan dengan 22,9 persen dan sektor jasa dengan 19,4 persen. 

“Kualitas tenaga kerja kita perlu terus ditingkatkan. Terlebih lagi di masa depan yang diperlukan adalah tenaga kerja terampil, memiliki kompetensi, andal dan berkualitas serta mampu bersaing di era global. Hal ini terkait pula dengan upaya bagaimana kemampuan tenaga kerja Kaltim untuk bisa bersaing dalam level ASEAN, menyusul diberlakukannya ASEAN Economic Community (AEC) mulai 31 Desember 2015 yang akan datang,” ujarnya.

Untuk itu, dalam beberapa tahun terakhir Pemprov Kaltim memprioritaskan pembangunan sektor SDM, guna menciptakan SDM yang unggul, berkualitas dan berdaya saing melalui program-program pro rakyat. Salah satunya melalui pemberian Beasiswa Kaltim Cemerlang, yang pada 2014 disalurkan kepada sekitar 50 ribu penerima di seluruh wilayah Kaltim dan Kaltara.

“Sejak diluncurkannya beasiswa ini pada 2009 lalu, sudah ada penerima beasiswa yang menyelesaikan pendidikan. Tim beasiswa sudah menginventarisir para lulusan itu, dan kita harapkan mereka semua dapat kembali dan berkontribusi dalam pembangunan daerah. Khususnya dalam menghadapi persaingan pada AEC 2015,” pungkasnya. (her/sul/hmsprov)

Foto : Komitmen Gubernur Awang Faroek Ishak untuk pendidikan tidak perlu diragukan lagi. Nampak Gubernur Awang Faroek Ishak bersama para mahasiswa penerima Beasiswa Kaltim Cemerelang. (dok/humasprov)

 

 

Berita Terkait
Government Public Relation