Songsong Globalisasi, Siapkan Koperasi Berbasis Industri

Songsong Globalisasi, Siapkan Koperasi Berbasis Industri

 

TANJUNG REDEB- Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menyerukan kepada masyarakat untuk lebih yakin bahwa pengelolaan koperasi yang baik akan mampu menjadi motor penggerak ekonomi  daerah.

Koperasi akan menjadi soko guru perekonomian daerah, bahkan nasional. Sementara untuk menjawab tantangan era globalisasi dan pasar bebas yang kian terbuka, maka opsi strategis yang bisa dipilih adalah dengan memberdayakan koperasi menjadi koperasi-koperasi modern berbasis industri.

            Upaya untuk terus mendorong pembentukan  koperasi    berbasis industri  ini lanjut gubernur, harus dilakukan di daerah perkotaan maupun perdesaan, termasuk menghadirkan koperasi-koperasi semacam ini di daerah-daerah perbatasan, pedalaman hingga daerah-daerah terpencil. 

“Strategi koperasi berbasis industri ini akan sangat tepat untuk menampung, mengolah  dan  memasarkan produk-produk yang dihasilkan para pelaku usaha kecil dan menengah. Itulah pentingnya mereka bergabung dalam satu wadah koperasi yang kuat dan profesional,” kata Awang Faroek usai puncak peringatan Hari Koperasi Tingkat Provinsi Kaltim yang dipusatkan di Pasar Sanggam Adji Dilayas Berau,  Selasa (5/7).

Dijelaskannya, dalam usia yang ke-67 gerakan koperasi di Indonesia telah  menunjukkan kemajuan membangkitkan kepercayaan masyarakat dalam penerapan strategi ekonomi yang pro rakyat. Koperasi menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang sangat tepat untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menekan tingginya angka pengangguran. 

Lebih jauh Awang menjelaskan, pemerintah saat ini terus melakukan upaya untuk menciptakan peluang usaha bagi sektor riil (usaha kecil dan menegah serta koperasi), salah satunya dengan  memotivasi masyarakat untuk memberdayakan potensi dan kemandirian mereka melalui koperasi.

“Koperasi yang dikelola secara profesional dan baik akan melahirkan kemandirian masyarakat untuk menjadi sejahtera, tanpa harus menggantungkan nasib kepada pihak asing. Besarnya potensi usaha kecil dan menengah serta koperasi akan menjadi modal yang kuat untuk membangun ekonomi kerakyatan,” tegas Awang Faroek.

Secara khusus Gubernur Awang Faroek juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para bupati dan walikota di  Kaltim yang secara serius terus melakukan pembinaan terhadap koperasi di daerahnya masing-masing. Saat ini, dari 10 kabupaten/kota di Kaltim sudah 7 kabupaten/kota yang telah menjadi kabupaten/kota penggerak koperasi. 

“Saya berharap agar dalam satu atau dua tahun ke depan semua kabupaten/kota di Kaltim sudah menjadi kabupaten penggerak koperasi sehingga pada akhirnya Kaltim pun akan dinobatkan sebagai provinsi penggerak koperasi di Indonesia,” sambung Awang.

Melalui semangat peringatan Hari Koperasi ke-67 ini, Gubernur Awang Faroek juga berharap kepada semua pihak terkait untuk membulatkan tekad dan komitmen bersama demi  menumbuhkembangkan dan memberdayakan koperasi dan usaha kecil menengah menjadi lebih baik dan lebih sejahtera di masa depan. Koperasi akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan  siap menyongsong tantangan ekonomi global. (sul/hmsprov)

 

//Foto: EKONOMI KERAKYATAN. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dan Menteri Koperasi RI Syarif Hasan mengamati hasil kerajinan dan industri rumah tangga yang dipamerkan di Pasar Sanggam Adji Dilayas Berau. (samsul/humasprov kaltim).

 

Berita Terkait