Sosialisasi Kurikulum 2013 Hadirkan Wamen Kemendikbud

SAMARINDA – Mengetahui secara jelas mengenai program Kurikulum 2013, sebelum dilaksanakan pada Juli tahun ini,  Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim akan menggelar sosialisasi pada Sabtu (2/3) di Balikpapan dengan menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, H Musliar Kasim.


“Maret ini kita akan menyelenggarakan sosialisasi dengan menghadirkan Wamen Kemendikbud H Musliar Kasim. Sesuai dengan proses dan tahapan pemberlakuan Kurikulum 2013 setelah dirancang dan diuji publik selanjutnya dilakukan sosialisasi,” kata Kepala Disdik Kaltim H Musyahrim usai membuka Rapat Koordinasi Ujian Nasional di Aula Disdik Kaltim, Senin (25/2).


Menurut dia, pada tahap pertama  peserta sosialisasi 600 orang. Khususnya  para pelaksana pendidikan di daerah terdiri dari  kepala sekolah, pengawas sekolah dan tim pengembang kurikulum serta dinas pendidikan kabupaten/kota.


Sosialisasi ini sangat penting agar penyelenggara pendidikan baik guru, pengawas dan kepala sekolah mengetahui secara jelas perubahan yang terjadi, terutama setelah diberlakukan Kurikulum 2013 pada Juli mendatang.


Selain itu, akan diketahui kesulitan maupun kendala  yang akan dihadapi para penyelenggara pendidikan sebelum diberlakukan kurikulum tersebut. Pada saat sosialisasi itulah akan diketahui, dipelajari dan dicari solusi atau langkah yang tepat.


Diakuinya, perubahan yang terjadi pada dunia pendidikan tentunya memberikan dampak positif maupun negatif. Karenanya, perlu dilakukan sosialisasi yang dilaksanakan hingga tuntas sebelum pelaksanaan Kurikulum 2013.


“Juli ini kan sudah memasuki tahun ajaran baru yang berarti Kurikulum 2013 sudah siap dilaksanakan. Karenanya, tahap awal ini kami mengundang para penyelenggara pendidikan yang selanjutnya dilakukan secara berjenjang, sehingga akan diketahui secara mendasar perubahan tersebut,” ujar Musyahrim.


Ditambahkan, untuk mempersiapkan pemberlakukan Kurikulum 2013 itu, pihaknya bersama kabupaten/kota serta penyelenggara pendidikan di daerah akan memberikan pelatihan bagi para guru, kepala sekolah termasuk tim pendampingan. (yans/hmsprov).

//// Foto : H Musyahrim
 

Berita Terkait